JATIMTIMES - Wakil Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman menanggapi pernyataan Guntur Soekarnoputra soal 'gampang itu Jokowi mau diapain. PSI mengatakan pernyataan tersebut seakan memperlihatkan bibit otoritarianisme.
“Pernyataan Mas Guntur memperlihatkan bibit-bibit otoritarianisme," kata Andy Budiman dalam keterangannya, Selasa (30/1/2024).
Baca Juga : Resah, Kandidat Presiden AS Nikki Haley sudah Dua Kali Jadi Target Swatting
Andy lalu mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara hukum bukan negara kekuasaan. “Indonesia adalah negara hukum atau rechtstaat bukan negara kekuasaan machtstaat di mana negara dijalankan berdasar kehendak individu atau orang-orang yang berada di lingkaran kekuasaan," imbuhnya.
Ia lalu mengatakan bahwa semangat reformasi adalah pembatasan kekuasaan. "Jangan menyampaikan pernyataan provokatif yang tidak mendidik," katanya.
Andy kemudian mengutip ungkapan terkenal Raja Louis XIV dari Prancis yang menggambarkan kekuasaanya yang absolut. “Jangan mengajak orang kembali ke pola pikir otoritarianisme, di mana L'État, c'est moi atau negara adalah saya," imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Ideologi DPP PA GMNI sekaligus putra sulung Sukarno, Guntur Soekarnoputra mengatakan bahwa nasib Presiden Jokowi bisa ditentukan apabila pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud Md menjadi pemenang Pilpres 2024.
Baca Juga : Ingin Mengulang Kemenangan, SBY Datang di Bumi Blambangan
Hal itu disampaikan Guntur saat membuka acara relawan yang dia pimpin bertajuk 'Rock and Roll Day's' di Rumah Aspirasi Ganjar-Mahfud di Jalan Diponegoro Nomor 72, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/1).
"Kalau Ganjar dan Mahfud sudah jadi presiden dan wakil presiden, presiden punya hak prerogatif, gampang itu Jokowi mau diapain, terserah," kata Guntur di hadapan para relawan.