JATIMTIMES - Para pelajar di Bumi Penataran Kabupaten Blitar dihadapkan pada situasi sulit karena pemangkasan jumlah armada bus sekolah tahun ini.
Pemerintah Kabupaten Blitar mengumumkan bahwa hanya enam armada bus sekolah yang akan beroperasi tahun ini dibandingkan dengan 12 armada pada tahun sebelumnya. Keputusan ini dipengaruhi oleh minimnya anggaran operasional yang tersedia.
Baca Juga : Perhutani KPH Blitar dan Pemkab Tulungagung Tertibkan Pedagang di Jalur JLS
“Tahun 2024 ini anggaran operasional bus sekolah terbatas. Dari 12 armada bus sebelumnya, kini hanya enam armada yang akan beroperasi. Dari jumlah tersebut, empat bus merupakan sewa dan dua bus lainnya dimiliki oleh dinas,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar Agus Santosa, Jumat (5/1/2024).
Armada bus sekolah sebelumnya melayani delapan rute di Bumi Penataran, menghubungkan berbagai daerah seperti Udanawu-Wonodadi-Srengat, Blitar-Kanigoro, Kanigoro-Sawentar-Garum, Kanigoro-Selopuro, Gandusari-Wlingi, Kanigoro-Lodoyo-Sutojayan-Kademangan, Kademangan-Gawangan, dan Garum-Nglegok.
Namun, secara geografis, jumlah armada yang berkurang ini masih belum mencukupi kebutuhan wilayah. Selain minimnya anggaran, rendahnya minat siswa untuk menggunakan fasilitas bus sekolah gratis juga menjadi salah satu faktor utama.
Agus mengakui bahwa armada yang tersedia belum cukup untuk menampung seluruh jumlah pelajar di Bumi Penataran. Dengan wilayah yang hanya bisa dijangkau oleh bus berukuran kecil, ini menjadi kendala dalam mengakomodasi jumlah pelajar yang mencapai 157.629 siswa di tahun sebelumnya, menurut data Kementerian Pendidikan dan Budaya.
“Kami menyadari bahwa jumlah ini belum mencukupi kebutuhan geografis wilayah kami yang luas. Keterbatasan ini juga dipengaruhi oleh minimnya minat siswa untuk menggunakan fasilitas bus sekolah gratis yang kami sediakan. Kami ingin memastikan keamanan dan kenyamanan siswa dalam perjalanan ke sekolah, namun kami terkendala dengan kondisi anggaran yang terbatas,” imbuhnya.
Baca Juga : Siapa Pemilik PO Haryanto? Pemilik Pajero Korban Tabrak Belakang Bantah Ada Negoisasi Ganti Rugi
Kendati demikian, upaya terus dilakukan untuk memberikan alternatif agar siswa tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi ke sekolah. Hal ini diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan siswa sekolah.
“Kami memahami bahwa armada yang tersedia belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan jumlah siswa di Kabupaten Blitar. Dengan kebijakan ini, kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan pihak terkait dan masyarakat untuk mencari solusi yang terbaik dalam memberikan pelayanan transportasi yang aman dan efisien bagi para pelajar di wilayah kami,” pungkas Agus.