Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Pelepasan Varietas Tebu Pringu, Bupati Malang Berbagi Pengalaman Bertani Tebu di Blitar

Penulis : Redaksi - Editor : Dede Nana

21 - Nov - 2023, 19:25

Placeholder
Bupati Malang Sanusi dalam acara penyerahan SK pelepasan varietas tebu Pringu di Kabupaten Blitar

JATIMTIMES - Bupati Malang Sanusi berbagi pengalaman bertani tebu di acara penyerahan SK Pelepasan Varietas Tebu Pringu 1201 Milik Pemerintah Kabupaten Malang oleh Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolby  di Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Selasa (21/11/2023). 

Seperti diketahui, Bupati Malang juga merupakan sosok yang sejak kecil bergelut di dunia pertebuan. Sehingga persoalan terkait tebu bukanlah hal yang asing bagi dirinya. Ditunjang dengan wilayah Kabupaten Malang yang sejak lama dikenal sebagai penghasil tebu terbesar di Jawa Timur (Jatim).

Baca Juga : Mengenal Undur-Undur, Hewan dengan Pengalaman Metamorfosis Sempurna 

“Kabupaten Malang merupakan wilayah penghasil tebu terbesar di Jawa Timur hampir 20 juta kuintal tebu per tahun yang digiling pada dua pabrik gula peninggalan Belanda yang berdomisili di Kabupaten Malang,” ucap Bupati Malang Sanusi.

Sanusi juga mengucapkan terimakasihnya kepada Wamen Pertanian atas pelepasan varietas tebu Pringu milik Pemkab Malang ke Pemkab Blitar. ''Terima kasih atas kesempatan yang diberikan sehingga saya dapat hadir di tempat ini bersilahturahmi dengan Pak Wakil Menteri Pertanian ke wilayah Jatim, dan Pemerintah Kabupaten Blitar yang mana pada hari ini akan menyerahkan SK Pelepasan Varietas Tebu Pringu 1201 di Kabupaten Blitar. Tentu kehadiran Bapak Wakil Menteri Pertanian  ini menjadi suatu kehormatan dan kebanggan tersendiri bagi kita semua. Semoga kunjungan Bapak Wakil Menteri Pertanian ini dapat menjadi motivasi bagi kita dan mudah-mudahan Bapak selalu diberi kesehatan dan perlindungan agar terus bersemangat untuk membangun bidang pertanian di Indonesia, agar semakin maju, dan berdaya saing," ungkapnya dalam sambutan.

Sanusi juga menyampaikan, harapan petani terkait adanya regulasi baru yang dapat meningkatkan penghasilannya. Ditegaskannya, dalam hal produktivitas sudah bisa dilakukan namun rendemen sejak zaman Belanda masih tetap di angka 7. Baru tahun 2015, sejarah salah satu pabrik gula di Kabupaten Malang dapat rendemen 12, itupun hanya setahun itu saja,  namun sekarang ini sudah kembali turun lagi. 

''Rata-rata di Indonesia seperti itu, tidak tahu kenapa? Di tahun 2015 itu, juga ada penelitian tebu Kabupaten Malang. Tebu Kabupaten Malang tiap bulan mengambil rata-rata rendemennya 12. Mungkin potensi rendemen tebu di Blitar juga seperti itu. Harapannya mungkin nanti tidak hanya varietas yang diperbaiki, tetapi juga pabrikasinya sehingga ada regulasi dari pemerintah untuk diganti yang baru. Di Blitar sudah ada pabrik gula yang baru. Sepertinya juga lebih bagus, sehingga banyak tebu dari Malang dibawa ke Blitar. Pabrik baru ini mesti lebih bagus, ibarat gigi, giginya masih kuat sehingga marahnya 100%. Barangkali hal ini bisa menjadi kajian oleh Pak Wamen ke depan untuk meningkatkan petani tebu yang selama ini memang menjadi ujung tombak nasional," harap Sanusi.

Tak ketinggalan, Sanusi kembali memperkenalkan bahwa nama varietas Pringu berasal atau dari nama sebuah desa di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Selain itu, Bupati Malang menyebut Kabupaten Malang dan Jawa Timur sangat mendukung program swasembada gula nasional. Di mana, hal tersebut diupayakan dengan meningkatkan produktivitas secara menyeluruh, baik melalui rekayasa fisiologis pertanaman tebu, maupun optimalisasi fase pertumbuhan tanaman, guna mendapatkan pertanaman tebu dengan produktivitas dan rendemen yang optimal. 

Guna mendukung program swasembada gula tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang terus melakukan langkah-langkah strategis, termasuk melalui kerja sama dengan berbagai pihak seperti PT. Pabrik Gula (PG) Rajawali I melalui PG. Krebet Baru, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan juga Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya. 

''Di mana kerja sama tersebut adalah untuk menguji dan meneliti varietas unggul lokal Pringu 1201, sebagai varietas penyeimbang dalam penataan varietas," ujarnya.

Baca Juga : Jelang Nataru, Satgas Pangan Pemkab Bondowoso Pantau Sidak Pasar Hingga SPBE 

Berdasarkan hasil uji dan penelitian yang dilakukan, Varietas Tebu Pringu memiliki keunggulan sebagai berikut: Dikategorikan sebagai varietas masak awal; memiliki potensi produksi 900-1.069 KU/Ha; Potensi rendemen mencapai 11,96% - 12,48%; Kadar sabut mencapai 13,14%; Sangat cocok dikembangkan pada tipologi tanah regosol, aluvial, dan laktosol, baik sawah maupun tegalan. 

"Tentunya dengan dukungan irigasi yang baik," papar Sanusi.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Malang tentunya menyambut baik dengan dilepasnya Varietas Tebu Pringu 1201 sebagai varietas unggul lokal Kabupaten Malang menjadi milik masyarakat. Selain itu, Pemkab Malang juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, mulai dari Kementerian Pertanian, Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian, BRIN, BBPPTP Surabaya, PT. PG Rajawali I Surabaya, dan juga PG Krebet Baru, serta semua pihak yang telah mendukung sehingga SK pelepasan Varietas Tebu Pringu 1201 ini dapat ditetapkan. 

Harapannya, dengan dilepasnya Varietas Tebu Pringu 1201 ini mampu membawa manfaat signifikan bagi sektor perkebunan tebu di Jawa Timur bahkan di Indonesia. Varietas Tebu Pringu 1201 ini mampu berkontribusi pada peningkatan produksi gula yang tentunya sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai swasembada gula nasional.

Dalam kesempatan ini juga hadir Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah, STP.MT, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Blitar, Ir. M. Krisna Triatmanto, M.Si dan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang Blitar, serta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang. Varietas tebu ini ditemukan di Desa Pringu, Kecamatan Bululawang dengan memiliki potensi rendemen mencapai 11,96% - 12,48% dan memiliki potensi produksi 900-1.069 KU/Ha, serta punya ciri tinggi pohonnya hingga mencapai 2 meter.


Topik

Pemerintahan bupati sanusi varietas tebu baru varietas tebu pringu kabupaten malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Redaksi

Editor

Dede Nana