Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hukum dan Kriminalitas

Status Kasus Jamaah Umroh Terlantar Naik ke Penyidikan, Ini Alasan Polisi

Penulis : Moh. Ali Mahrus - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

17 - Nov - 2023, 13:18

Placeholder
Kasat reskrim Polres Jember AKP. Anis Uwis Al Qarin Aziz (foto: Moh. Ali Makrus/ JemberTIMES)

JATIMTIMES - Peristiwa terlantarnya jamaah umroh yang diberangkatkan oleh PT. Berkah Zamzam Wisata, dan dilaporkan oleh jamaah ke Mapolres Jember, dari penyelidikan, naik ke penyidikan, hal ini setelah Satreskrim Polres Jember memperoleh 2 alat bukti yang kuat.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz menyampaikan bahwa syarat kecukupan alat bukti untuk naik ke tahap penyidikan telah dimiliki oleh penyidik yang menanganinya.

Baca Juga : Viral, Leon Dozan Diduga Aniaya Kekasihnya hingga Dilaporkan ke Polisi  

 

Sehingga, melalui proses gelar perkara bersama penyidik ditemukan indikasi kuat terjadinya tindak pidana. Maka, diputuskan lah untuk menaikkan status masalah tersebut.

"Sudah kita lakukan gelar perkara, dan ada dua alat bukti cukup," ungkapnya, Jumat, 17 November 2023.

Penyidik meyakini travel PT. Berkah Zamzam Wisata telah menipu para jamaah umroh. Hal ini berdasarkan peristiwa penelantaran 101 orang jamaah saat melangsungkan umroh di bulan Oktober 2023 lalu.

"Terkait dengan penelantaran itu. Harusnya ada perjanjian yang terikat antara travel dengan jamaah. Zamzam ini tidak ada perjanjian, hanya berdasarkan brosur," jelas Abid.

Menurut Abid, perhitungan kerugian jamaah masih masih berlangsung. Penyidik juga berupaya merampungkan berkas perkara dengan terlebih dahulu meminta keterangan ahli sebelum menetapkan tersangka.

"Masih kita data total keseluruhan kerugian jamaah. Penetapan tersangka belum, karena ada beberapa hal yang perlu kita matangkan dengan keterangan saksi ahli," tuturnya.

Satreskrim membentuk tim khusus menangani travel Zamzam. Mereka telah memeriksa para korban, pemilik travel hingga agen-agennya.

Travel PT. Berkah Zamzam Wisata diduga menipu jamaah, karena fasilitas yang diberikan tidak sesuai. Temuan krusial mulai dari tiket pesawat, sewa hotel, pembelian makanan, dan  transportasi perjalanan darat.

"Tiket pesawat sistem tembak. Tidak disediakan dari awal, tapi masih mencari-cari promosi. Ketika terkendala tiket kondisi terdesak diakali oleh agen beli saat itu. Bahkan ada jamaah yang terpaksa beli sendiri untuk pulang," ulas Abid.

Tiap jamaah membayar Rp 36 juta ke travel Zamzam. Terdapat sebanyak 101 jamaah yang berasal dari berbagai daerah. Hampir separuhnya adalah warga Jember.

Informasi terhimpun dari salah seorang jamaah wanita yang menyebutkan berbagai hal yang menjurus penipuan travel Zamzam. Dia bercerita sejak awal perjalanan, saat di Arab Saudi hingga proses pemulangan.

"Semula kami dibawa naik kendaraan berhenti di rest area tol Sidoarjo. Disitu bukan lanjut ke bandara Juanda - Surabaya, tapi malam ganti bus ke Jakarta lewat darat," ungkap perempuan yang meminta identitasnya di rahasiakan itu.

Di bandara Soekarno Hatta, Jakarta sebanyak 101 jamaah menunggu pesawat selama berjam-jam. Lalu, pihak agensi menaikkan jamaah ke pesawat Indigo.

Baca Juga : Nekat Curi Telur Demi Ketiga Anaknya di Minimarket, Ini Respon Polisi 

 

Pesawat itu terbang dari Jakarta terlebih dahulu mendarat di Mumbai - India. Di tanah Hindustan para jamaah kembali menunggu berjam-jam. Bahkan, sempat ada beberapa visa jamaah yang ditahan petugas bandara, karena ramai mengeluh tiadanya konsumsi.

"Untungnya, visa dikembalikan lagi oleh petugas bandara Mumbai. Sehingga, kami bisa melanjutkan penerbangan," tuturnya.

Penerbangan selanjutnya dari Mumbai ke Arab Saudi juga tidak berlangsung tenang. Menurutnya, para jamaah harus menahan haus dan lapar, karena sama sekali tidak disediakan makanan atau minuman.

"Kami sampai minta minuman yang itu sebenarnya jatah pramugari. Kami minta ke pramugari diberi minuman, mungkin kasihan ke jamaah," ujar dia.

Tatkala tiba di Mekah, fasilitas hotel dan konsumsi lancar selama tiga hari. Masalah kembali terjadi saat pindah ke Madinah. Jamaah diajak muter-muter tanpa kejelasan tujuan tempat menginap.

Cekcok antara jamaah terjadi begitu saja hingga videonya menyebar ke berbagai lini media sosial. Usai perang mulut, pihak agensi memberi penginapan.

"Tapi, penginapan sepertinya bukan hotel bintang tiga sebagaimana yang dijanjikan. Ada dua tempat penginapan yang digunakan saat di Madinah, sehingga kami kalau makan harus pindah ke penginapan satunya. Makanan sering terlambat, contohnya untuk sarapan baru jam 11 siang ada," urainya.

Tiba waktunya jamaah harus pulang ke Tanah Air justru masih tertahan selama beberapa hari di Madinah. Jamaah mulai gusar dan uring-uringan dengan agensi.

"Beberapa orang jamaah sampai nekat minta transfer uang keluarganya yang di Indonesia agar bisa pulang tepat waktu," sebutnya.

Tour guide travel Zamzam, Erny Yusnita menampik anggapan menelantarkan jamaah. Ia justru merasa kepulangan yang terlambat adalah keuntungan bagi jamaah berada lebih lama di Tanah Suci.

"Hanya miskomunikasi saja. Tidak terjadi apa-apa, semua baik-baik saja. Bersyukur jamaah sudah pulang," sanggahnya ketika pemulangan jamaah yeng terlambat di tanggal 31 Oktober 2023 lalu. (*)


Topik

Hukum dan Kriminalitas Jamaah Umroh jamaah umroh terlantar jember berkah zamzam wisata



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Moh. Ali Mahrus

Editor

Sri Kurnia Mahiruni