Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hiburan, Seni dan Budaya

Candi Sawentar: Melihat Kembali Zaman Kejayaan Majapahit

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

01 - Nov - 2023, 06:18

Placeholder
Candi Sawentar. (Foto: Instagram @wisatablitar)

JATIMTIMES - Di Kabupaten Blitar tepatnya di Desa Sawentar Kecamatan Kanigoro, terdapat sebuah peradaban kuno yang menjadi saksi bisu kemegahan masa lalu. Candi Sawentar, yang terhampar di kaki Gunung Kelud, menjadi bukti hidup kemuliaan Kerajaan Majapahit, menghadirkan sejarah yang tak terlupakan.

Situs Candi Sawentar terletak sekitar delapan kilometer dari jalan Raya Garum, antara Malang dan Blitar. Kendati begitu, jangan pernah melupakan keajaiban yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga : Kisah Perjuangan Sakera: Pahlawan Rakyat Jawa Timur Melawan Belanda Demi Keadilan

Candi Sawentar, yang juga dikenal sebagai Lwa Wentar dalam Kitab Negarakertagama, adalah sebuah keajaiban arkeologis. Bangunan ini terbuat dari batu andesit, memiliki dimensi yang mengagumkan dengan panjang 9,53 meter, lebar 6,86 meter, dan tinggi 10,65 meter. Pintu masuknya terletak di sisi barat, dengan ornamen makara yang indah menghiasi pipi tangga. Relung-relung suci ditemukan di setiap dinding luar candi.

Lebih mengejutkan lagi, dalam ruang biliknya, reruntuhan arca dengan pahatan burung garuda, yang merupakan kendaraan Dewa Wisnu, mengungkapkan latar belakang agama Hindu dari candi ini. Candi Sawentar adalah tempat suci yang penuh dengan keindahan dan kekaguman.

Sayangnya, Candi Sawentar tidak memiliki sistem zonasi yang memadai. Meskipun Situs Sawentar 1 telah mendapatkan cukup perhatian, Situs Sawentar 2 masih membutuhkan pemugaran dan perawatan lebih lanjut. Seiring berjalannya waktu, Balai Arkeologi Yogyakarta tengah berupaya untuk mengungkap lebih banyak rahasia yang tersimpan di dalamnya.

Sejarah Candi Sawentar terdokumentasikan dengan megah dalam Kitab Negarakertagama. Kitab ini mencatat kunjungan Raja Hayam Wuruk ke daerah bernama "Lwa Wentar," yang dengan keyakinan kuat dapat diidentifikasikan dengan Sawentar di Blitar. Bangunan candi ini, diduga, berdiri pada masa awal Kerajaan Majapahit dan menjadi sebuah kompleks percandian dengan fondasi-fondasi yang masih bertahan hingga hari ini.

Bagi kalangan pecinta sejarah, perjalanan ke Candi Sawentar merupakan perjalanan melintasi masa lalu yang kaya dan indah. Sejarah Candi Sawentar adalah sejarah yang menyentuh hati dan membuat pengagumnya menghormati warisan budaya yang tak ternilai.

Dalam Kitab Negarakertagama, candi ini muncul sebagai Lwa Wentar, tempat yang dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk pada tahun saka Tritanurawi—1283 (1361 Masehi). Kitab ini merinci kunjungan Raja Hayam Wuruk dan pengiringnya ke Palah, di mana mereka memuja dan menghargai keindahan yang ada.

Dalam sebuah pupuh, kitab tersebut mengungkapkan:

"Ndan ring śaka tri tanu rawi ring wēsākā, śri nāthā mūja mara ri palah sābŗtya, jambat sing rāmya pinaraniran lānglitya, ro lwang wentar manguri balitar mwang jimbē."

Artinya:

Baca Juga : Stasiun Blitar: Jejak Sejarah yang Terukir dalam Perjalanan Kereta Api di Indonesia

"Pada tahun saka Tritanurawi—1283 (1361 Masehi) Bulan Wesaka (April-Mei), Baginda raja memuja (nyekar) Ke Palah dengan pengiringnya, berlarut-larut setiap yang indah dikunjungi untuk menghibur hati, di Lawang Wentar Manguri Balitar dan Jimbe."

Dari catatan luar biasa dalam Kitab Negarakertagama ini, kita dapat menyusuri sejarah Lwa Wentar yang terletak di dekat Jimbe dan Blitar. Saat ini, hanya ada satu wilayah dengan toponimi serupa, yaitu Sawentar, yang juga menjadi tempat di mana kita menemukan situs ini. Candi Sawentar, sebagaimana diduga, menjadi bukti megah dari awal berdirinya Kerajaan Majapahit.

Kompleks percandian Candi Sawentar terungkap melalui sejumlah fondasi yang masih teguh berdiri di sekitarnya. Inilah bagian tak ternilai dari warisan budaya  yang menghubungkan Indonesia hari ini dengan masa lalu yang begitu berharga yaitu Kerajaan Majapahit.

Dalam kompleks makam Kanigoro yang berjarak sekitar ± 2 kilometer dari Candi Sawentar, terungkap temuan yang menggugah rasa ingin tahu akan sejarah kuno yang begitu kaya. Temuan ini menjelaskan bahwa wilayah Sawentar adalah bagian dari kompleks percandian yang luas dan besar.

Tentu saja, salah satu temuan yang paling mencolok adalah angka tahun, yang terukir jelas di kompleks makam Kanigoro. Angka tahun tersebut adalah 1274 Śaka (1352 M), suatu periode ketika pemerintahan Kerajaan Majapahit dipimpin oleh Hayam Wuruk. Dari sini, tebakan kuat muncul: apakah Candi Sawentar merupakan hasil pemugaran yang dilakukan oleh Raja Hayam Wuruk?, seorang raja yang dikenal melalui kisah-kisah dalam Negarakertagama.

Selain angka tahun, sebuah batu dengan huruf-huruf Jawa kuno ditemukan di makam Kanigoro. Batu ini diyakini ditempatkan di ambang pintu bangunan, meskipun pola hurufnya terbalik karena batu itu sendiri ditemukan terbalik. Untuk membaca pesan moral yang terkandung di dalamnya, kita harus memutar batu tersebut sebanyak 180 derajat. Pesan ini mengatakan, "ita cangkaha ya hala," yang berarti sombong itu ya jelek/buruk. Kata-kata ini membawa pesan moral yang sangat mungkin terkait dengan sejarah Candi Sawentar, tetapi untuk memahami sepenuhnya, penelitian lebih lanjut diperlukan.

 Di dalam kompleks makam Kanigoro, juga terdapat dua fragmen nisan kuno yang terbuat dari batu andesit, meskipun asal-usul keasliannya masih perlu dipastikan. Temuan ini, bersama dengan puing-puing atap bangunan yang bercampur dengan bagian-bagian badan, memberikan bukti kuat bahwa di kompleks makam Kanigoro, terdapat bangunan percandian yang pernah hadir dan menjadi saksi bisu masa lalu yang kaya. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap lebih banyak misteri dan memahami peran serta sejarah di balik bangunan ini.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya Candi Sawentar majapahit situs sawentar sejarah blitar



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Sri Kurnia Mahiruni