JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang membuka gagasan pembentukan zona industri. Langkah tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan peluang investasi di Kabupaten Malang.
Nantinya, Pemkab Malang juga akan menyusun Peraturan Daerah (Perda) dalam rangka mendukung keberadaan zona industri tersebut. Sejauh ini, telah ada beberapa wilayah yang diproyeksikan bakal dijadikan zona industri. Yakni meliputi Kecamatan Kepanjen, Pakisaji, hingga Kecamatan Bululawang.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto, saat ditemui media online ini usai menghadiri agenda Rapat Paripurna bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang, Rabu (25/10/2023).
Dijelaskan Didik, penawaran kemudahan investasi tersebut dilakukan menyusul banyaknya investor yang berminat untuk berinvestasi di Kabupaten Malang. Namun dalam realisasinya mengalami sedikit kendala berkaitan dengan tata ruang.
"Oleh karenanya sedang kami dorong, bagaimana nantinya ada zona industri yang masuk di tata ruang," ungkapnya.
Menurut Didik, saat ini proses Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di beberapa wilayah Kabupaten Malang telah berproses. Nantinya, pembahasan RDTR tersebut juga akan ditindaklanjuti dengan adanya Perda.
"Juga kami buka Perda khusus untuk industri. Sehingga pada saat ada industri yang masuk, kita sudah punya Perda-nya dan tata ruang yang juga sudah match," jelasnya.
Baca Juga : Pemprov Jatim Raih Penghargaan Pembina Proklim Terbaik, Gubernur Khofifah Apresiasi Seluruh Pihak
Rencananya, disampaikan Didik, zona industri tersebut akan tersebar di beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Malang. Yakni meliputi Kecamatan Kepanjen hingga Bululawang.
"Kalau lokasinya cukup banyak. Artinya pada wilayah-wilayah tertentu seperti Kepanjen itukan nanti harus menjadi wilayah kawasan pendidikan. Kemudian jasa dan industri itu termasuk nanti di Pakisaji kemudian nanti Bululawang itu juga masuk sebagian," tukasnya.