Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hukum dan Kriminalitas

Dilengkapi Sakelar Anti Maling, Pikap ini Tetap Bisa Digasak Komplotan Curanmor

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

16 - Sep - 2023, 18:46

Placeholder
Tangkapan layar dari rekaman CCTV saat komplotan curanmor melancarkan aksinya ketika menyasar pikap milik warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. (Foto: Devi Triana for Jatim Times)

JATIMTIMES - Komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) beraksi di kawasan Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (16/9/2023). Dalam aksinya komplotan yang diduga beranggotakan dua orang pelaku ini, berhasil membawa kabur satu unit pikap.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun media online ini, mobil pikap yang dicuri tersebut sejatinya telah terpasang sakelar rahasia. Di mana, jika tombol sakelar tidak dimatikan maka mesin tak bisa dinyalakan.

Baca Juga : Sasar Wali Murid TK, Satreskoba Polres Jember Gandeng Praktisi Gelar Workshop dan Seminar Parenting

Saat ini kasus curanmor tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Sesaat setelah mendapat laporan, anggota Polsek Kepanjen juga telah melakukan serangkaian penyelidikan di lokasi kejadian.

Ketika dikonfirmasi, korban bernama Devi Triana menyebut peristiwa curanmor tersebut terjadi saat kendaraan miliknya terparkir di garasi rumahnya yang beralamat di Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Sedangkan kendaraan miliknya yang hilang dicuri merupakan Mitsubishi Pikap L300 dengan nomor polisi (nopol) N 9840 IK.

"Kejadiannya tadi (Sabtu, 16/9/2023) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB," ungkapnya.

Devi menambahkan, selain melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, dirinya juga mengunggah rekaman CCTV yang menunjukkan kedua pelaku saat melancarkan aksinya ke media sosial. Saat ini postingan yang dia unggah ke facebook tersebut tengah viral.

"Dari rekaman CCTV pelakunya dua orang cowok (laki-laki). Dari ciri-cirinya pelaku merupakan orang jauh, bukan warga sekitar sini (tetangga korban)," terangnya.

Semula salah satu tetangga korban yang saat itu hendak ke pasar sempat mengetahui dua orang pria yang terlihat mencurigakan. Hal itu kemudian disampaikan melalui pesan WhatsApp kepada ketua RT setempat.

Mendapat laporan dari warganya, sang ketua RT kemudian memeriksa ke rumah korban. Ketika itu yang bersangkutan mendapati dua orang pria sedang mendorong pikap dengan kondisi pintu terbuka.

"Setelah itu pelaku langsung menuju ke arah selatan. Biasanya kalau pagi pikap saya memang dibuat kirim barang, biasanya untuk kirim bibit, jadi dikira mereka mau kirim bibit," ujarnya.

Guna memastikannya, lanjut Devi, Ketua RT sempat menghubungi ketua RW. Kebetulan ketua RW tersebut adalah paman dari korban.

"Sekitar jam 02.00 dini hari saya dibangukan sama Pak Dhe, dia di telpon sama Pak RT sebelah. Katanya pikap saya di bawa ke arah selatan dengan kecepatan tinggi dan dibelakangnya diikuti pengendara sepeda motor," jelasnya.

Korban yang merasa tidak menyuruh orang untuk mengantarkan bibit akhirnya memeriksa rekaman CCTV. Benar saja, korban tidak mengenal dua orang yang membawa pikap miliknya.

Baca Juga : Dengarkan Aspirasi Masyarakat, Polres Tulungagung Gelar Program Jumat Curhat di Kecamatan Ngunut

"(Waktu kejadian) saya tidak dengar apa-apa, biasanya kalau ada orang saya pasti dengar terus cek CCTV. Padahal suamiku jam 01.00 juga masih di depan rumah," imbuhnya.

Mengetahui pikap miliknya telah dicuri, korban kemudian lapor ke Polsek Kepanjen. Tidak lama kemudian, anggota kepolisian datang ke lokasi kejadian guna kepentingan penyelidikan.

"Kejadiannya sekitar jam 02.00 WIB, 
Pak RT sama Pak Dhe ke rumah sekitar jam 02.15 WIB. Setelah itu langsung telepon polisi, habis itu polisi ke rumah sekitar jam 02.40 WIB," jelasnya.

Polisi dikabarkan juga sempat memeriksa rekaman CCTV saat pelaku melancarkan aksinya. Namun sayangnya plat nomor sepeda motor pelaku tidak terekam CCTV secara jelas karena terparkir di lokasi yang gelap.

"Sebelumnya pelaku datang dari arah utara, terus berhenti di depan rumah tapi sebelah timur jalan. Habis itu putar arah terus sepedahnya ditaruh di depan rumah pas depan gerbang yang lokasinya gelap. Jadi tidak kelihatan di CCTV," terangnya.

Sebelum hilang dicuri, pikap milik korban sebelumnya juga sempat mengalami percobaan pencurian. Semenjak kejadian tersebut korban memasang tombol sakelar rahasia.

"Waktu kejadian pickap ada di garasi sebelah rumah, tapi memang tidak ada pagarnya. Sebenarnya ada tombol rahasia biar mesin tidak bisa nyala kalau tidak dipencet sakelarnya. Soalnya dulu pernah mau dicuri, cuman gagal. Akhirnya dipasang sakelar rahasia itu," imbuhnya.

Sebelum hilang dicuri, pikap sempat digunakan oleh korban untuk bekerja. Setelahnya, yaitu pada Jumat (15/9/2023) malam sekitar habis magrib, pikap milik korban dimasukkan ke dalam garasi. Keesokan harinya, yakni saat dini hari, Sabtu (16/9/2023) kendaraan milik korban hilang dicuri.

"Kondisi terakhir yang memarkirkan saya, tapi waktu kejadian saya lupa menyalakan saklar rahasia," tukasnya.


Topik

Hukum dan Kriminalitas Pencurian pencurian mobil kabupaten malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Sri Kurnia Mahiruni