JATIMTIMES - Masyarakat Kota Batu kini tengah berupaya maksimal mengolah sampah secara mandiri pasca-Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, hanya menerima sampah residu. Meski baru 10 hari, Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai memberikan apresiasi kepada beberapa RW di desa/kelurahan yang mampu mengelola sampah secara mandiri.
Apresiasi itu diberikan saat berkeliling melihat pengelolaan sampah milik warga di dua titik. Yakni RT 7 RW 3 Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, dan RT 3 RW 12 Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu.
Baca Juga : Update Kebakaran Gunung Arjuno Wilayah Kota Batu, 41 Titik Api Padam
Kedua tempat itu memiliki komposter yang cukup besar untuk masyarakat sekitar. Sehingga warga bisa memilah sampah mulai dari rumah.
Sampah oraganik diletakkan di tempat tersebut. Sementara sampah anorganik bisa mereka jual kembali melalui bank sampah.
Aries menjelaskan, apresiasi diberikan kepada warga RT 03 RW 13 Desa Pesanggrahan karena telah 3 tahun mempraktikan pengelolaan sampah dari rumah serta dimanfaatkan bagi lingkungan sekitar. “Warga telah memilah sampah dan memanfaatkan sampah organik menjadi kompos serta pupuk cair untuk tanaman,” ungkap Aries.
Kemudian di wilayah RT 7 RW 3 Desa Mojorejo, bagi Aries, penerapan tersebut sebuah solusi yang bagus bagi setiap lingkungan minimal di tingkat RT. “Dengan biaya yang terjangkau dan ada solusi untuk persoalan sampah di lingkungan kita,” ucap Aries.
Baca Juga : Renovasi Stadion Kanjuruhan Belum Terealisasi, Relokasi Pedagang Dianggarkan Rp 290,7 Juta
Untuk mewujudkan pengelolaan sampah tersebut, yang terpenting harus dilakukan adalah keterlibatan masyarakat dengan TP PKK dan dasawisma.
“Terpenting adalah ada kemauan warga untuk bekerja, karena secanggih apa pun alat yang diberikan jika tidak ada yang bekerja, maka akan sia-sia,” tutup Aries.