Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hiburan, Seni dan Budaya

Kamar Tidur di Wisma Kartowibowo, Saksi Bisu Dekatnya Hubungan Bung Karno dengan Pahlawan Pendidikan dari Blitar

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

08 - Sep - 2023, 13:19

Placeholder
Bung Karno dan tempat tidurnya di Wisma Kartowibowo

JATIMTIMES-Wisma Kartowibowo adalah rumah peninggalan tokoh pendidikan Raden Kartowibowo di Kota Blitar. Rumah ini bergaya joglo dan merupakan bangunan dengan warisan sejarah luar biasa. Salah satunya rumah ini menyimpan kamar yang pernah ditempati Presiden pertama Republik Indonesia Ir Soekarno (Bung Karno).

Wisma Kartowibowo adalah sebutan untuk rumah peninggalan Raden Kartowibowo, seorang tokoh pendidikan dan ahli ilmu pertanian zaman Hindia Belanda. Kartowibowo membangun dan membeli rumah ini pada tahun 1932. Keterangan lain yang dituliskan oleh Sawito Kartowibowo, anak Kartowibowo, menyebutkan rumah di Sananwetan itu dibeli ketika Kartowibowo sudah pensiun sebagai pegawai negeri Hindia Belanda. 

Baca Juga : Mahasiswa KKN Unisba Blitar Dorong UMKM di Desa Pandanarum Naik Kelas Melalui Sertifikasi Halal

Berada di pojok perempatan tengah kota, rumah ini selalu jadi pusat perhatian pengguna jalan karena memiliki halaman yang sangat luas. Di depan rumah ada mobil klasik Land Rover dan patung Garuda Pancasila berukuran cukup besar. Namun sayang, nyaris tidak ada yang tahu sejarah rumah tua itu. Minimnya edukasi tentang sejarah lokal membuat sejarah rumah tua di perempatan Jalan Kalimantan itu nyaris tak diketahui orang. Informasi yang berkembang, puluhan tahun silam rumah ini bahkan pernah dicap angker oleh masyarakat sekitar. Dan siapa yang menyangka jika Bung Karno dahulu sering berada di rumah itu.

Memasuki rumah ini, pengunjung akan serasa dibawa kembali ke lorong waktu masa lalu. Meskipun rumah ini terlihat sedikit kotor, namun energy heritage yang dimilikinya tidak pernah pudar sedikitpun. Selain perabot kuno yang masih asli, rumah Kartowibowo yang antik ini juga menyimpan kamar tidur Bung Karno. Menariknya, kamar itu seluruhnya masih orisinil dan menurut cerita lisan terakhir kali ditempati Sang Proklamator pada tahun 1948.

Kamar yang lokasinya berada di bagian depan ruang tamu itu merupakan saksi bisu dekatnya hubungan antara Bung Karno dengan Kartowibowo. Konon dahulu kamar tersebut merupakan kamar tidur Bung Karno saat pulang ke rumah orang tuanya di Kota Blitar. Saat pulang Bung Karno selalu meluangkan waktu untuk kelurarga dan mampir ke rumah Kartowibowo.

Cucu Raden Kartowibowo, Wisnu  Ardiyanto menjelaskan, kamar tersebut sejak tahun 1948 tidak ada yang berani meniduri dan menempati. Kamar tersebut masih mengeluarkan energy sosok Bung Karno. Selain dipan besi, ada kasur tidur meja dan cermin yang terlihat masih utuh dan tidak diubah posisinya.

 “Sejak tahun 1948 kamar itu kosong. Kamar itu tempat tidurnya Bung Karno. Dan sebelahnya itu ruang buku, paviliun dan perpustakaan,” jelas Wisnu.

Raden Kartowibowo adalah bangsawan keturunan Keraton Mataram yang lahir di Tulungagung pada 1885.  Ia adalah keponakan dari Soekeni Sosrodihardjo,  ayah Presiden pertama Republik Indonesia Ir Soekarno (Bung Karno). Selepas menempuh pendidikan di OSVIA, Kartowibowo melanjutkan studinya di Sekolah Tinggi Pertanian di Bogor hingga 1905. Di Bogor ia meraih kompetensinya sebagai ahli ilmu pertanian. Soekeni juga adalah rekan mengajar Kartowibowo di Normalschool.

“Bung Karno itu masih ponakan sama eyang. Dulu setelah Bung Karno lulus insinyur pertanian, setiap pulang ke Istana Gebang, beliau sering bertemu dan ngobrol dengan Eyang Karto, meskipun tidak banyak yang tahu. Dan Bung Karno itu tidak pernah lepas dari buku, sama seperti Eyang,” terang Wisnu.

Tak hanya kamar, Wisma Kartowibowo yang berukuran luas itu juga jadi saksi bisu  pertemuan Bung Karno dan Kartowibowo. Bukan tak mungkin, strategi perjuangan mengusir penjajah serta gagasan-gagasan pembangunan di awal berdirinya Republik Indonesia lahir dari rumah bersejarah di Kota Blitar ini. Kedua tokoh ini sering berbincang dan menghabiskan waktu bersama di rumah ini.

“Rumah ini dulunya kan banyak abdi. Ketika Eyang Karto ngobrol si abdi dan anak istri itu selalu menjauh. Tapi pandangan orang-orang sepuh paham, bahwa Bung Karno dulu sering kesini,” terang Wisnu.

Ruang tamu, mungkin di tempat inilah Bung Karno pernah duduk bersama bersama Kartowibowo. Ruang tamu rumah milik  Kartowibowo ukurannya cukup luas. Kursi-kursi kayu yang antik adalah monumen yang menunjukkan keningratan seorang Kartowibowo. Lemari-lemari besar masih menyimpan seluruh perabot rumah tangga yang dulu dimiliki oleh Kartowibowo.

Baca Juga : Jelang Pemilu 2024, Cak Imin Mulai Ziarah Keliling Makam Wali Song

Bung Karno dan Kartowibowo adalah tokoh dengan hobi yang sama, keduanya adalah pecinta buku. Di ruangan bagian samping rumah di Sananwetan ini terdapat buku-buku kuno koleksi Raden Kartowibowo. Tema dan judul buku itu beragam, mulai dari pendidikan hingga pertanian sesuai dengan bidang yang dikuasai Kartowibowo. Beberapa dari buku itu adalah karya yang ditulis Kartowibowo.

Wisma Katowibowo benar-benar sangat pantas disebut museum. Di ruangan bagian samping sisi barat ini juga terdapat harta fisika peninggalan Kartowibowo. Harta fisika itu jumlahnya cukup beragam dam disimpan dalam sebuah peti berukuran besar. Beberapa dari harta fisika itu bahkan masih menyimpan obat-obatan kimia. Seluruh harta fisika itu dirawat oleh sang cucu Wisnu Ardiyanto.

“Eyang Karto itu menguasai berbagai ilmu. Ilmu peternakan, ilmu pertanian khususnya hortikultura, matematika. Beliau juga ahli bahasa. Buku karya beliau yang bertema pertanian banyak dipakai oleh universitas-universitas di Belanda,” jelas Wisnu.

Kartowibowo adalah bangsawan Jawa lulusan Sekolah Tinggi Pertanian Bogor yang kemudin tampil sebagai pahlawan pendidikan di Blitar. Sebelumnya setelah lulus dari pendidikan tinggi, Kartowibowo bekerja sebagai pegawai negeri Hindia Belanda. Ia berpindah dari satu kota ke kota lainnya. Beberapa kota yang pernah menjadi tempat tugasnya antara lain Jombang, Tulungagung, Mojokerto, Nganjuk, Madiun, Kediri, Semarang, Salatiga dan tentu saja Blitar.

Karier di Blitar menjadi titik penting dalam kehidupan Kartowibowo. Di kota kecil ini ia tidak lagi diberi tanggung jawab dibidang pertanian, melainkan diberi tugas sebagai guru. Dia ditempatkan di Noormalschool satu tempat tugas dengan Soekeni Sosrodihardjo, ayahanda Bung Karno.  Noormalschool di Blitar ini merupakan satu di antara 6 sekolah serupa yang ada di tanah air dan berdiri tahun 1915.

Kartowibowo menjadi guru yang istimewa di Noormalschool (sekarang SMAN 1 Blitar). Kiprahnya semakin berkembang dengan mendirikan sekolah sendiri yang diberi nama Particulire Hollans Indise School ( PHIS) Mardi Siswo, sekolah swasta pertama di Blitar. 

Di tangan Kartowibowo, Mardi Siswo berkembang menjadi sekolah dengan kurikulum muatan lokal yang dirancang Kartowibowo. Tujuan dari Mardi Siswo adalah mendidik dan mencerdaskan anak-anak bumiputra (inlanders ) yang tidak dapat diterima masuk HIS Diens atau HIS Negeri. Sama seperti Kartini di Rembang, Kartowibowo berhasil mencerdaskan anak-anak pribumi. Kartowibowo adalah local genius, pendobrak tradisi dan pantas disebut serta dianugrahi gelar pahlawan pendidikan.

Kartowibowo mendirikan PHIS Mardi Siswo setelah terusik dengan sistem pendidikan yang diterapkan pemerintah Hindia Belanda. Di Blitar pada waktu itu, banyak murid sekolah dasar mengalami kegagalan saat akan melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Kasus yang terjadi waktu itu, banyak murid di Blitar sekolah dasar di Blitar gagal melanjutkan studi pendidikannya di HIS Blitar, sekolah lanjutan satu-satunya yang ada di Blitar kala itu. Sedangkan MULO, Osvia dan lain-lain telah terstruktur sebagai sekolah yang berorientasi khusus. 


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya Raden Kartowibowo sejarah sejarah blitar pahlawan pendidikan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Sri Kurnia Mahiruni