JATIMTIMES - Hari kedua pelaksanaan, International Youth Enhancing Study (I-Yes) 2023 di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, para peserta tampak begitu antusias, (9/8/2023).
Terlebih dalam salah satu kegiatan, Cultural Class yang berjudul "Folk Music," para peserta dari 10 negara ini diperkenalkan tentang alat musik tradisional khas Indonesia, yakni Gamelan.
Baca Juga : Rio Motret Spill Sosok Fotografer yang Diduga Memotret Finalis Miss Universe Telanjang Saat Body Checking
Seperti diketahui sebelumnya, bahwa peserta I-Yes 2023 ini berasal dari 10 negara. Antara lain Zimbabwe, Pakistan, Sudan, Afghanistan, Uganda, Singapura, Kyrgyz Republic, Bangladesh, Yaman, dan Nigeria.
Dalam sesi Cultural Class ini, dibawakan oleh pakar musik tradisional, Bagus Wignyo Priyonggo SIKom. Sesi ini menjadi upaya dalam memperkenalkan peserta pada kekayaan budaya Indonesia melalui alunan harmoni gamelan. Pada sesi tersebut, para peserta dikenalkan berbagai macam jenis alat-alat musik tradisional gamelan.
Para pesertapun tampak begitu antusias mendengarkan penjelasan terkait alat musik tradisional gamelan. Dijelaskan Bagus, bahwa setiap instrumen dalam gamelan mengahasilkan harmoni gamelan yang khas yang kemudian berpadu menjadi sebuah alunan musik.
"Gamelan adalah sebuah kesatuan dari berbagai instrumen yang saling melengkapi," ungkapnya.
Bukan hanya sekedar mendengarkan penjelasan tentang keberagaman alat musik gamelan saja, para peserta pun kemudian diajak langsung untuk memainkan satu persatu instrumen dalam gamelan.
Melalui sesi Cultural Class ini, peserta tidak hanya memahami keindahan musik tradisional Indonesia, tetapi juga mengenal lebih dalam pentingnya alat musik tradisional dalam mempertahankan identitas dan warisan budaya.
Baca Juga : Sinergi dengan Jaksa Pengacara Negara, Bank Jatim Gandeng Kejati Jatim
Salah satu peserta I-Yes 2023, Ehsanullah Oria begitu antusias dengan alat musik gamelan. Bahkan, memainkan langsung gamelan menjadi pengalaman yang sangat mengesankan.
Memainkan gamelan menjadi pengalaman pertamanya, meskipun sebelumnya ia juga pernah mencoba bermain angklung yang juga menjadi alat musik tradisional.
"Saya sangat menyukai karakteristik unik alat musik gamelan. Ini sangat berbeda dari gitar atau piano. Suara gamelan memiliki keunikan yang menarik," ungkap peserta asal Afghanistan ini.