Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Jelang Nyepi, Ratusan Umat Hindu di Kabupaten Malang Gelar Larung dan Jalanidhipuja

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Yunan Helmy

19 - Mar - 2023, 19:57

Placeholder
Prosesi larung Jolen dalam serangkaian upacara Jalanidhipuja di Pantai Balekambang. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim Times)

JATIMTIMES - Ratusan umat Hindu di Kabupaten Malang melangsungkan upacara Jalanidhipuja dan larung Jolen, Minggu (19/3/2023). Agenda yang berlangsung di Pantai Balekambang tersebut merupakan serangkaian upacara dalam menyambut Hari Raya Nyepi.

"Sebenarnya ini man upacara tahunan yang di gelar saat menjelang Hari Raya Nyepi, Jadi, tiga hari sebelum  Nyepi itu, ada upacara Jalanidhipuja," kata Ketua Majelis Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Malang, Sutomo Adi Wijoyo, Minggu (19/3/2023).

Baca Juga : Rumah Industri Tahu di Turen Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 150 Juta

Menurut dia, upacara Jalanidhipuja yang dilangsungkan oleh ratusan umat Hindu di Kabupaten Malang tersebut sudah menjadi keputusan dari Bhisama Parisada.

"Memang sudah menjadi keputusan majelis. Istilahnya kalau di muslim itu ada yang namanya fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia). Sedangkan kami di Hindu itu ada yang namanya Bhisama Parisada," imbuhnya.

Secara gamblang, diterangkan Sutomo, ketetapan dalam menggelar upacara Jalanidhipuja tersebut dasarnya adalah kitab suci di Sundarigama.

"Sehingga pada hari ini, atau tiga hari sebelum  Nyepi, dilangsungkan upacara ini. Tujuannya adalah ngamet sarining amertha kamandalu ring telenging segara (mengambil sari-sari kehidupan yang disebut tirtha kamandalu atau air sumber kehidupan di tengah samudera)," terangnya.

"Jadi umat Hindu itu percaya bahwa penguasa samudra lautan itu namanya Dewa Baruna itu adalah manifestasi dari Sang Hyang Widhi (Tuhan bagi umat Hindu) yang memberikan sumber kehidupan. Jadi, air ini adalah sumber kehidupan, apa lagi ini adalah air suci untuk mensucian Bhuwana Agung dan Bhuana Alit," imbuhnya.

Diterangkan Sutomo, Bhuana Agung adalah alam semesta makrokosmos. Sedang Bhuana Alit adalah mikrokosmos atau dunia kecil.

"Jadi, supaya alam semesta ini bisa netral, bisa suci kembali, jiwa raga kita juga bisa suci kembali yang kemudian untuk memasuki Hari Raya Nyepi tahun baru saka 1945," terangnya.

Dalam upacara Jalanidhipuja ini, lanjut Sutomo, sedikitnya ada 500 umat Hindu di Kabupaten Malang yang turut berpartisipasi. "Umat yang ikut hari ini dilakukan untuk (umat Hindu di) Kabupaten Malang saja. Kalau totalnya ya mungkin 500-an," ujarnya.

Baca Juga : Kenang Maestro Seni Tari Tradisional Sumitro Hadi, Banyuwangi Gelar Festival Sulur Kembang Ke-3

Sementara itu, untuk Jolen atau wadah berisi hasil bumi yang dilarung pada penghujung acara upacara Jalanidhipuja terdapat 45. "Jolen yang ikut ada 45 dari 66 Pura (di Kabupaten Malang, red)," ungkapnya.

Sutomo menambahkan, puluhan jolen yang dihadirkan dalam agenda upacara Jalanidhipuja tersebut, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan upacara pada tahun sebelumnya.

"45 (Jolen) ini sudah termasuk yang terbanyak selama ini. (Tahun) 2017 kemarin hadir 36 (Jolen)," tuturnya.

Dijelaskan Sutomo, beberapa hasil bumi yang ada di Jolen tersebut merupakan wujud syukur kepada Tuhan yang Maha Esa.

"Yang di dalam jolen itukan hasil bumi, jadi umat Hindu itu merasa bersyukur karena telah diberikan rezeki, diberikan kesuburan, kemudian ini dihaturkan (ditujukan, red) kepada Sang Hyang Widhi sebagai rasa bersyukur melalui Dewa Baruna," katanya.

Dengan dilangsungkannya upacara Jalanidhipuja, bumi diharapkan alam menjadi lebih asri. "Harapannya supaya menguap karena disinari oleh dewa matahari, menjadi hujan, kemudian membuat bumi ini menjadi subur dan dirangkai lagi menjadi jolen untuk di larung lagi. Jadi kehidupan ini sebetulnya berputar saja," tukasnya.


Topik

Agama Umat Hindu Upacara Jalanidhipuja Hati Raya Nyepi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Yunan Helmy