Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Adab Berhubungan Intim Menurut Kitab Qurrotul Uyun 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

13 - Mar - 2023, 07:07

Placeholder
Ustazah Pondok Pesantren Huda Al-Asran, Cicalengka, Bandung, Jawa Barat.(Foto: YouTube Al-Asran)

JATIMTIMES - Agama islam mengatur bagaimana adab dan tata cara sebelum pasangan suami istri berhubungan badan. Dengan mengikuti aturan Islam, hubungan suami istri akan mendapat keberkahan dari Allah SWT. 

Mengkaji kitab Qurrotul Uyun, ustazah Pondok Pesantren Huda Al-Asran, Cicalengka, Bandung, Jawa Barat, menjelaskan ada beberapa adab atau tata krama dalam berhubungan intim antara suami dan istri. Salah satunya tidak boleh suami masuk ke pakaian istrinya. 

Baca Juga : Copot Direktur Pertamina, Pengamat Yusri Usman Soroti Erick Thohir

"Jadi, saat berhubungan intim, harus membuka seluruh pakaiannya," kata ustazah. 

Jika sudah membuka helaian kain yang menutupi badan suami dan istri, kata ustazah, maka keduanya dianjurkan untuk masuk ke dalam satu selimut. Mengapa harus dilakukan hal seperti itu? Karena ada hadis Rasulullah 'Barang siapa ketika suami istri melakukan hubungan dengan keadaan bertelanjang keduanya, maka itu diserupakan seperti khimar (sejenis kuda)'. 

"Oleh karenanya, dianjurkan untuk masuk ke dalam selimut. Jadi, tidak terlalu vulgar, tertutup selimut tersebut," kata ustazah. 

Selain itu, ustazah membacakan sebuah hadis Rasulullah yang isinya ketika Rasulullah berhubungan intim, maka selalu menutup kepalanya. "Kalau bahasa di kita memakai kopiah atau peci. Kenapa pakai kopiah? Karena sangat merasa malu kepada Allah SWT," kata ustazah. 

Dalam Kitab Qurrotul Uyun, kata ustazah, adab lain saat berhubungan intim adalah memelankan suaranya. "Jadi, suaranya tidak terlalu keras, tidak berteriak-teriak dan memelankan suaranya," ungkapnya. 

Kemudian saat berhubungan intim, sambung ustazah, suami juga harus berkata kepada istrinya dengan sakinah (tenang, tenteram, aman dan damai). "Rasulullah dalam menggauli istrinya, merasa malu sekali bertelanjang seperti khimar (kuda). Tetapi memang dianjurkan untuk bertelanjang, kemudian berselimut bersama, dan Rasulullah memakai kopiah," ujarnya. 

Baca Juga : Viral, Perempuan Hamil Bersuami 2, Netizen: Naudzubillah 

Lantas bagaimana jika kurang nyaman saat berhubungan intim memakai selimut? Misalnya gerah atau tak nyaman saat membolak-balikkan badan. Maka, menurut fiqih, tak memakai selimut juga diperbolehkan. "Jadi, yang sebelumnya tadi dalam Kitab Qurrotul Uyun itu penjelasan menurut adab, akhaknya. Sedangkan menurut fiqih, jika suami atau istri merasa kurang nyaman pakai selimut, maka boleh tidak pakai selimut atau bertelanjang," jelas ustazah. 

Selain itu, ketika di malam hari membuka pakaian, maka dianjurkan untuk dilipat. Sebab  pakaian yang tak dirapikan atau tak dilipat akan dipakai  setan. "Jadi, saat kita mau pakai lagi baju yang tak dilipat itu, maka kita pakai baju yang sudah dipakai setan," jelas ustazah. 

Bahkan saat mau tidur, ustazah menjelaskan bahwa dianjurkan untuk melipat semua baju yang belum rapi. Pasalnya, menurut Rasullah SAW, pakaian yang tidak dilipat itu dipakai oleh setan atai iblis. "Jadi, saat kita mau pakai pakaian itu, maka sebenarnya pakaiannya sudah dipakai oleh setan atau iblis tadi," ucapnya. 


Topik

Agama Berhubungan badan adab berhubungan badan ajaran Islam kajian Islami



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy