JATIMTIMES - Komisi X DPR RI melakukan rapat kerja bersama dengan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, Senin (26/9/2022). Rapat tersebut membahas kaitannya dengan rencana kerja dan anggaran kementerian negara/lembaga.
Dalam video yang viral di media sosial, diunggah oleh akun instagram @insta_julid, salah satu anggota DPR RI Komisi X Anita Gah nampak kesal.
Baca Juga : Siapa 400 Tim Bayangan yang Disebut Nadiem Makarim?
Itu lantaran ada beberapa persoalan pendidikan yang belum tuntas. Namun Nadiem Makarim diduga sudah merasa bangga karena mendapatkan apresiasi dari PBB.
"Anda, boleh bangga tepuk tangan di PBB, tapi bagi kami tidak. Kami tidak bangga sama sekali, karena persoalan di bidang pendidikan saat ini masih banyak," sebut Anita.
Wakil rakyat dari NTT itu juga menyoroti beberapa permasalahan yang belum tuntas. Di antaranya, mengenai gaji PPPK yang masih belum cair.
"Mengenai PPPK, sampai hari ini masih banyak guru yang menangis. Kami (guru) sudah lulus passing grade dan tes lainnya. Dengar itu dong pak menteri," tegas Anita.
Selain itu, Ia juga menyebut masih banyak persoalan di daerah 3T. Termasuk menyinggung permintaan data tertulis realisasi anggaran APBN 2021-2022 yang belum dipenuhi oleh Menteri Nadiem.
"Pun terkait dana pendidikan berupa bos, bop, paud, lah, ternyata guru-gurunya tidak dapat apa-apa. Tunjangan guru untuk daerah terpencil, masih banyak yang teriak gak dapet 3-4 bulan," sebutnya.
Baca Juga : Regsosek Tahun 2022, BPS Kota Malang Terjunkan 1.342 Petugas
Sontak video itu pun dibanjiri komentar warganet. Ada memberikan dukungan kepada wakil rakyat yang telah buka suara. Namun juga ada yang mengeluhkan permasalahan dunia pendidikan.
"Mewakili sekali, teruskan bu sampai tuntutan jadi kenyataan, sehat selalu wakil rakyat yang baik-baik," ucap @oepiel***
"Tolong pak, jangan terlalu kasih pelajaran setaraf SD yang serasa tuh pelajaran SD sekarang kaya jaman anak SMA. Iya memang benar eranya sudah beda, tapi juga ga gitu-gitu amat kali pak. Kasihan anaknya pada ga bisa ngikutin. Ini dipaksa untuk bisa ngikutin pelajarannya. Yang ada pinter ngga, bego iya pak. Miris anak-anak jaman sekarang," sebut @jasmine_hijab*****
"Saya guru swasta, tunjangan sertifikasi belum UMR dipatok 1.500 karen kami non pns," keluh @yunipra****