JATIMTIMES - Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) bakal terus mendorong transformasi birokrasi hingga kinerja ASN menjadi lebih baik.
Bukan tanpa alasan, menurut Menpan-RB Abdullah Azwar Anas, hal itu lantaran indeks kualitas aparatur sipil negara (ASN) Indonesia lebih rendah daripada negara-negara lain.
Baca Juga : Estimasi Perubahan Pendapatan Daerah Banyuwangi dalam Tahun Anggaran 2022 Naik Sebesar 181 Miliar
"Indeks kualitas ASN di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara-negara lain. Oleh karena itu, pemerintah mendorong transformasi dari segi organisasi, kepegawaian, maupun sistem kerja dalam penyelenggaraan birokrasi di Indonesia," ujar Anas dikutip dari kompas.com.
Menurutnya, agar ke depannya ASN di Indonesia dapat berfungsi lebih optimal, maka perlu ada transformasi kinerja bagi ASN. Terlebih agar ASN menjunjung birokrasi yang lebih baik. Apalagi, menurutnya, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa birokrasi harus benar-benar berdampak.
"Hal ini sesuai yang disampaikan oleh presiden jika birokrasi bukan hanya tumpukan kertas tetapi juga harus berdampak. Menurut dia, birokrasi juga diminta agar lebih lincah dalam melayani masyarakat," terang Anas.
Ia juga menyinggung soal birokrasi kolaboratif. Menurutnya, pemerintahan kolaboratif dapat mendorong pemahaman lebih baik untuk memecahkan masalah kompleks yang melibatkan banyak pemangku kepentingan.
"Kinerja yang tidak ego sektoral memungkinkan kerja organisasi lebih efisien dalam menciptakan kinerja berbasis outcome," jelasnya.
Baca Juga : BSU Tahap 3 Cair, Cek Syarat dan Langkah Pengecekannya
Di samping itu, ia mengingatkan soal birokrasi yang melayani. Menurut dia, pembangunan kualitas layanan tak luput dari peran para pimpinan.
"Pelayanan itu sederhana saja, termasuk dari senyum dan orang kalau datang ditanya dulu, itu bagian dari pelayanan supaya mereka senang," pungkas Anas.