JATIMTIMES - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang menggelar legislative corner dengan topik pembahasan mengenai pengelolaan Malang Creative Center (MCC).
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji mengatakan, legislative corner ini merupakan kegiatan Fraksi PKS DPRD Kota Malang untuk membahas isu terkini yang ada di Kota Malang.
Baca Juga : Festival Layang-Layang di Pantai Serang Sukses Jadi Magnet Ribuan Wisatawan yang Berkunjung ke Blitar
Selain itu, menurut anggota Komisi C DPRD Kota Malang itu, kegiatan legislative corner ini juga sudah menjadi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta wujud nyata dalam merespons aspirasi maupun keluhan yang didapat dari masyarakat.
Dalam kegiatan legislative corner yang membahas pengelolaan MCC sebagai pusat inkubator UMKM dan ekonomi kreatif Kota Malang, Fraksi PKS telah mengundang beberapa pemateri dengan dihadiri 30 peserta dari kalangan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif Kota Malang.
Pembicara yang diundang di antaranya Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji, Koordinator Malang Creative Fusion dan Wakil Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Malang Vicky Arief Herinadharma, Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tugu Aneka Usaha (Tunas) Kota Malang Dodot Tri Widodo, serta Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Yuke Siswanti.
Diskusi terkait MCC ini berlangsung gayeng. Kegiatan itu memberikan pandangan kepada pelaku UMKM dan Ekonomi Kreatif Kota Malang terkait MCC secara keseluruhan.
"Legislative Corner diharapkan dapat menjadi pencerahan dan titik terang terkait dengan MCC dengan komunitas UMKM yang ada di Kota Malang," ujar Bayu.
Bayu juga mengungkapkan, Fraksi PKS DPRD Kota Malang telah mengajukan peraturan daerah (perda) tentang ekonomi kreatif sebagai turunan dari undang-undang (UU) ekonomi kreatif di agenda kedewanan DPRD Kota Malang.
"Sehingga jika ada masukan terkait dengan apa pun, Fraksi PKS DPRD Kota Malang siap menampung hal tersebut. Terlebih dengan keberadaan MCC, Fraksi PKS juga melakukan fungsi pengawasan agar MCC sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat Kota Malang," terang Bayu.
Kemudian, pemateri berikutnya, yakni Wakil Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Malang Vicky Arief Herinadharma, mengatakan bahwa MCC merupakan salah satu bagian dari kolaborasi bersama antar berbagai pihak untuk membangun Kota Malang.
Baca Juga : Karnaval di Sambijajar, Mas Dokter Naik Ogoh-Ogoh
"Masyarakat Kota Malang merupakan masyarakat yang kritis, menjadikan Kota Malang menjadi kota yang dinamis, sehingga mekanisme MCC harus berdasar pada asas kebermanfaatan dan kolaborasi," ujar Vicky ketika menjelaskan standing point MCC.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tunas Kota Malang Dodot Tri Widodo mengatakan, Perumda Tunas Kota Malang ke depan akan menjadi badan usaha milik daerah (BUMD) yang berkecimpung mengelola beberapa hal di MCC.
"Perumda Tunas yang merupakan operator bisnis Pemerintah Kota Malang, dalam hal ini berperan membantu pemerintah dalam monetizing space MCC di Kota Malang, sebagai bagian dari pengurangan budget tahunan MCC," tutur Dodot.
Sedangkan Kabid Perindustrian Diskopindag Kota Malang Yuke Siswanti mengatakan bahwa MCC yang secara keseluruhan terdiri delapan lantai ini, ke depan akan memiliki berbagai fasilitas penunjang pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di masing-masing lantai
Selain itu, menunggu waktu diresmikan, pihaknya saat ini tengah fokus melakukan pengisian mebelair untuk di dalam MCC. Pasalnya, pengisian mebelair serta fasilitas lainnya nantinya digunakan sebagai penunjang para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif Kota Malang.