30/11/2022 Mantan Kades Kelbung Jadi Tersangka Korupsi Bansos PKH, Tak Pernah Penuhi Panggilan Kejari  | Jatim TIMES

Mantan Kades Kelbung Jadi Tersangka Korupsi Bansos PKH, Tak Pernah Penuhi Panggilan Kejari 

Aug 01, 2022 17:58
Dedi Frangky, kepala seksi intelijen (kasi intel) Kejari Kabupaten Bangkalan saat diwawancarai. (Foto: Imam/JatimTIMES) 
Dedi Frangky, kepala seksi intelijen (kasi intel) Kejari Kabupaten Bangkalan saat diwawancarai. (Foto: Imam/JatimTIMES) 

Pewarta: Imam Faikli | Editor: Yunan Helmy

JATIMTIMES - Kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Kelbung, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, merambat ke mantan kepala desa (kades).  Eks kades tersebut sudah menjadi tersangka kasus penyelewengan bansos PKH tersebut.

Namun, sudah dua kali dilakukan pemanggilan, mantan kades Kelbung tersebut belum memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan.  Bahkan menurut informasi yang beredar, mantan kades Kelbung  tersebut akan mengadakan remoh atau otok-otok (sandor) pada bulan ini. 

Baca Juga : Beranikah Pejabat di Tulungagung Posting Seluruh Penggunaan Anggaran di Medsos?

 

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Bangkalan Dedi Frangky mengatakan, terkait mantan kades Kelbung akan mengadakan sandor, hal itu selentingan dari orang-orang. Namun saat ini pihaknya masih kepada arah pemanggilan terhadap mantan kades Kelbung tersebut. 

"Makanya, meskipun kata orang-orang akan mengadakan sandor, kita tidak bisa melakukan jemput paksa karena masih 2 kali pemanggilan," kata kasi intel saat ditemui di kantornya, Senin (1/8/2022). 

Jika pemanggilan terhadap mantan kades ini nantinya sudah tiga kali tersangka dan  tidak hadir, maka kata dia akan diumumkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). 

"Tapi, jika nanti misalnya tim penyidik mendapat info dari pengacara bahwa tersangka akan menyerahkan diri, maka kami sifatnya akan menunggu si tersangka tersebut," lanjutnya. 

Selain itu, Dedi mengaku bahawa saat ini pihaknya masih belum mengetahui di mana posisi tersangka (mantan kades Kelbung) tersebut. 

"Pada intinya, sampai saat ini kita masih belum mengetahui di mana posisi dia, meskipun infonya dia mau mengadakan sandor. Sampai saat ini kita pun masih mengupayakan, tapi lagi-lagi posisi dia katanya ada di Jawa Barat lah, di Cerebon," ungkap dia. 

Baca Juga : Tujuh Anggota BPD Desa Batu Karang Sampang Dilantik, Berikut Daftar Namanya

 

Jika memang ada yang mengetahui posisi tersangka di mana, Dedi  akan memberikan surat pemanggilan.  "Intinya begini, posisi tersangka sekarang di mana. Kami  akan ke sana menemui tersangka dalam tanda kutip memberikan surat pemanggilan. Kalau tetap tidak datang, berarti tidak koperatif dia. Maka terpaksa kita jadikan dia sebagai DPO," pungkas dia. 

Sebelumnya, diketahui mantan kades Kelbung tersebut sudah dipanggil sebagai saksi atas dugaan kasus korupsi penyalahgunaan dana bansos PKH di desanya. 

Setelah dilakukan pemanggilan kembali, mantan kades Kelbung tersebut tidak pernah datang, bahkan sudah dua kali panggilan enggan mendatangi kejari. 

Saat ini status mantan kades Kelbung tersebut sudah berstatus tersangka kurang lebih sejak 2 minggu yang lalu.

Judul berita Mantan Kades Kelbung Jadi Tersangka Korupsi Bansos PKH, Tak Pernah Penuhi Panggilan Kejari .

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Mantan kades jadi tersangka Penyelewengan bansos PKH

Berita Lainnya