Direksi PT PBS Enggan Tanda Tangan Hasil Audit Konsultan, Penuntasan Kasus Terancam  Molor | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Direksi PT PBS Enggan Tanda Tangan Hasil Audit Konsultan, Penuntasan Kasus Terancam  Molor

Jun 20, 2022 18:23
Kondisi kapal Sri Tanjung yang lambungnya patah dan sandar di Kawasan Pantai Banyuwangi Beach Ketapang Banyuwangi (Foto: Nurhadi Banyuwangi TIMES)
Kondisi kapal Sri Tanjung yang lambungnya patah dan sandar di Kawasan Pantai Banyuwangi Beach Ketapang Banyuwangi (Foto: Nurhadi Banyuwangi TIMES)

JATIMTIMES – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi untuk menuntaskan kasus PT Pelayaran Banyuwangi Sejati (PT PBS)  Banyuwangi pada tahun ini terancam molor karena keengganan jajaran direksi PT PBS menandatangani hasil audit konsultan yang disewa oleh Pemkab Banyuwangi.

Menurut H Mujiono, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuwangi,  saat ini proses audit terhadap aset kekayaan milik PT PBS yang berupa harta bergerak maupun harta tidak bergerak yang dilakukan oleh Pemkab dengan melibatkan konsultan sudah mendekati final.

Baca Juga : Operasi Pekat 2022, Polresta Banyuwangi Amankan  132 Tersangka

"Tinggal menunggu tanda tangan dari jajaran direksi terhadap hasil audit konsultan. Selanjutnya akan digelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) dan menuntaskan pembayaran hak-hak karyawan sebagaimana keputusan pengadilan tinggi Jatim," jelas H Mujiono kepada wartawan jatimtimes.com di Pendapa Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi pada Senin (20/06/2022)..

Pejabat asal Srono itu menuturkan untuk menuntaskan kasus PT PBS Banyuwangi, pihaknya harus melalui mekanisme yang ada agar tidak terjadi masalah hukum di masa mendatang.

"Kami targetkan tuntas tahun ini tetapi juga tergantung kesiapan jajaran direksi PT PBS untuk menandatangani hasil audit konsultan yang disewa oleh pemkab Banyuwangi," imbuh Pejabat penghobi bulutangkis  itu.

H Muji menambahkan pihaknya menyayangkan langkah direksi PT PBS yang enggan menandatangani hasil audit bahkan mereka akan menyewa auditor sendiri. ”Sebelumnya sudah diajak ngomong bagaimana kalau situ ada konsultan karena tidak mempunyai anggaran sehingga tidak mampu menyewa konsultan. Akhirnya pemerintah daerah yang memfasilitasi dan dianggarkan di BPKAD dan sudah selesai. Namun ada direksi yang enggan tandatangan,” imbuhnya.

Untuk menuntaskan persoalan, lanjutnya seyogyanya eksekutif dan legislatif bareng-bareng untuk menyelesaikan kasus yang menggantung.” Kalau pemerintah harus membayar akan dibayar asalkan mekanisme sudah dilalui. Kami berupaya menggunakan langkah persuasif dan humanis dulu. Kalau tidak mau tandatangan kan nanti akan masuk ranah hukum,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya jajaran pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Banyuwangi mendorong penuntasan kasus PT Pelayaran Banyuwangi Sejati (PT PBS) yang mengelola dua kapal Sri Tanjung milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menjadi bagian dari program Banyuwangi Rebound ide brilian Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Baca Juga : Mulai Ada Lonjakan Kasus Aktif Covid-19 di Kota Batu, Sehari Tambah 3 Pasien

“Kami dorong untuk segera diselesaikan karena posisi hukumnya sudah jelas bukan samar-samar lagi dan ini termasuk bagian dari program Banyuwangi Rebound untuk membangkitkan ekonomi Banyuwangi,” jelas jelas KH Abdul Malik Syafa’at, Ketua DPC PKB Kabupaten Banyuwangi kepada sejumlah wartawan di KPU Banyuwangi.

Tokoh yang akrab disapa Gus Malik itu menuturkan beberapa kenyataan terkait kapal Sri Tanjung jelas-jelas kapal milik Pemkab dan  pernah berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga bagus apabila kasusnya segera dituntaskan  atau dihidupkan kembali.

Tokoh asal Blokagung itu menambahkan penanganan kasus PT PBS Banyuwangi seharusnya tidak berlarut-larut dan bisa secepatnya dituntaskan.”Karena cantolan hukumnya jelas, aparat penegak hukum (APH) komplit, motivasinya bagus dan saya tidak ada masalah kalau segera di-clear-kan. Bagaimanapun sejarah mencatat PAD masuk dari dua kapal Sri Tanjung, apalagi masih ada kaitan dengan faktor kemanusiaan menyangkut hak-hak karyawan yang belum dituntaskan. Jangan digantung dan mempermainkan nasib orang banyak,” pungkas Gus Malik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
PT Pelayaran Banyuwangi Sejati mujiono

Berita Lainnya