04/12/2022 Dua Pekan Pasar Hewan Tutup, Kades Glagah Jelaskan Alasanya | Jatim TIMES

Dua Pekan Pasar Hewan Tutup, Kades Glagah Jelaskan Alasanya

Jun 13, 2022 19:46
Banner penutupan sementara pasar hewan untuk pencegahan penyebaran virus PMK di Desa/ Kecamatan Glagah Banyuwangi  (Foto: Nurhadi Banyuwangi/ JatimTIMES)
Banner penutupan sementara pasar hewan untuk pencegahan penyebaran virus PMK di Desa/ Kecamatan Glagah Banyuwangi (Foto: Nurhadi Banyuwangi/ JatimTIMES)

Pewarta: Nurhadi Joyo | Editor: Sri Kurnia Mahiruni

JATIMTIMES - Sudah dua pekan ini pasar hewan di Desa/ Kecamatan Glagah Banyuwangi. Menurut Slamet Priyo Widodo, Kepala Desa (Kades) Glagah, penutupan tersebut merupakan tindak lanjut dan kepatuhan terhadap instruksi dari Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Kecamatan Glagah.

Hal itu sebagai salah satu upaya mencegah dan menanggulangi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan di wilayah Glagah dan sekitarnya.

Baca Juga : Wabup Malang Berharap Vaksin PMK dari Pemerintah Pusat Bisa Dikonsentrasikan di Kabupaten Malang

“Awalnya ada aduan dari para penjual sapi kepada pengelola pasar bahwasanya ingin pasar hewan buka mepet-mepet hari raya Idul Adha supaya harga sapi naik. Kalau sekarang takut turun tetapi kami tetap mempertimbangkan juga untuk pencegahan penyebaran penyakit karena di Licin sudah kena waktu itu,” jelas Priyo panggilan akrab Kades Glagah itu di ruang kerjanya pada Senin (13/06/2022)

Selanjutnya dia berharap karena pasar hewan dalam seminggu buka sekali (tiap hari Senin) paling lambat dua minggu menjelang Idul Adha pasar hewan di wilayahnya bisa buka lagi.

“Besok Senin (20/06/2022) kurang sekitar dua minggu harapannya pasar hewan Glagah bisa buka, tetapi juga belum ada SOP dari Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi seperti apa. Misalnya ada petugas kesehatan hewan yang melakukan pengecekan dan pengawasan hewan yang dijualbelikan di pasar hewan Glagah,” imbuh dia.

Lebih lanjut ayah satu putri itu menuturkan apabila pasar hewan di wilayahnya buka kembali, pihaknya akan melakukan pendataan secara detail, antara lain; nama pemilik, jumlah sapi yang dibawa, wilayah asal hewan, nama atau alamat pembeli dan lain sebagainya.

“Nanti akan diketahui asal usul hewan sapi, kambing atau domba dan alamat lengkap pembeli sehingga terjadi penemuan kasus PMK penanganannya lebih cepat,” ujar Priyo.

Dia menambahkan untuk pencegahan, pihaknya sudah melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi pasar hewan Desa Glagah. ”Untuk minggu depan kami akan konsultasi dengan petugas dari Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Banyuwangi teknis penyemprotan pada hewan yang dibawa para pedagang yang berasal dari wilayah Glagah,” pungkasnya.

Sementara Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh Nanang Sugianto, mengungkapkan pihaknya tidak pernah menginstruksikan untuk menutup pasar hewan di Banyuwangi jadi penutupan pasar hewan merupakan kebijakan pemerintah setempat.

Baca Juga : Cegah PMK, 5.000 Hewan Ternak di Kota Malang Bakal Divaksin

Menurut dia pihaknya akan melakukan evaluasi lagi terkait perkembangan kasus PMK di Banyuwangi. "Silahkan membuka lagi tetapi teman-teman pedagang dan peternak yang mau beraktifitas silahkan ikuti SOPnya. Karena saat ini petugas melakukan pembatasan lalu lintas pergeseran hewan ternak antar wilayah agar tidak terjadi penyebaran kasus PMK di Banyuwangi,” jelasnya.

Apalagi lanjut dia daerah-daerah tersebut jelas-jelas ada temuan positif kasus PMK. 

“Saat ini kami sudah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian dan Satpol PP Banyuwangi untuk melakukan pembatasan lalu lintas hewan meskipun temuan kasus di lapangan tidak sama dengan awal Juni kemarin,” terang pejabat asal Trenggalek itu.

Semakin menurunnya temuan kasus PMK, menurut drh Nanang  selain karena upaya penyekatan yang dilakukan petugas, juga disebabkan adanya kesadaran dari para peternak dan pedagang terhadap pencegahan dan penanggulangan kasus PMK .

Judul berita Dua Pekan Pasar Hewan Tutup, Kades Glagah Jelaskan Alasanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
wabah pmk penyakit mulut dan kuku

Berita Lainnya