27/11/2022 Ribuan Sapi di Pujon Disebut Terindikasi PMK, Camat Pujon: Masih Harus Dipastikan Lagi | Jatim TIMES
Pujon Darurat PMK

Ribuan Sapi di Pujon Disebut Terindikasi PMK, Camat Pujon: Masih Harus Dipastikan Lagi

Jun 03, 2022 14:46
Ilustrasi ternak sapi di Kecamatan Pujon yang terindikasi PMK. (Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).
Ilustrasi ternak sapi di Kecamatan Pujon yang terindikasi PMK. (Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).

Pewarta: Riski Wijaya | Editor: Sri Kurnia Mahiruni

JATIMTIMES - Mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK) hingga kini masih menjadi perhatian serius bagi masyarakat Kabupaten Malang. Khususnya bagi kalangan peternak sapi, pedagang maupun pelaku ekonomi lain di sekitarnya.

Hal tersebut lantaran hingga saat ini, jumlah ternak yang sakit dan terindikasi PMK juga masih belum dapat ditekan. Catatan yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, dari ribuan ternak sapi yang terindikasi PMK, paling banyak terdapat di wilayah Ngantang, Kasembon dan Pujon.

Baca Juga : Malam-Malam, Suami Pergoki Istri Dipangku Pria hingga Lepas Celana

 

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun JatimTIMES, per Rabu (1/6/2022) lalu, jumlah sapi di wilayah Kecamatan Pujon yang terindikasi PMK ada sebanyak 1.255 ekor, dari populasi sapi sebanyak 1.545 ekor.

Dari jumlah sapi yang sakit dan terindikasi PMK tersebut, sebanyak 83 ekor sapi tercatat telah mati. Rinciannya, 48 ekor sapi dewasa dan sebanyak 35 ekor sapi anakan atau biasa disebut pedet dalam Bahasa Jawa.

Menyikapi hal tersebut, rencananya sejumlah unsur dari Muspika Pujon akan menggelar rapat koordinasi dalam rangka memonitoring pencegahan dan pengendalian PMK pada hewan ternak. Rencananya, rakor tersebut akan digelar di Kantor Kecamatan Pujon.

Camat Pujon, Akhmad Taufiq Juniarto.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Sementara itu, jumlah sapi di Pujon yang terindikasi PMK tersebut masih belum dapat dipastikan. Pasalnya, data terakhir yang diterima oleh JatimTIMES pada 30 Mei 2022 lalu, total sapi di Kabupaten Malang yang terindikasi PMK ada sebanyak 1.696 ekor.

Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang, Nurcahyo menyebut bahwa jumlah itu ternyata masih belum keseluruhan. Sebab menurutnya, masih terdapat data yang belum terinventarisir dan belum dapat disampaikan.

"Data yang masuk ke kami, soalnya ada data yang di luar itu tidak bisa nyampaikan. Yang masuk di kami, itu sampai saat ini sudah sekitar 1.696," ujar Plt Kepala DPKH Kabupaten Malang, Nurcahyo, dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (30/5/2022) lalu.

Nurcahyo menjelaskan, dari Jumlah 1.696 ekor sapi yang terindikasi PMK tersebut, paling banyak terdapat di wilayah Kecamatan Ngantang. Yakni ada sekitar 1.065 ekor sapi yang terindikasi PMK. Sedangkan total populasi sapi di wilayah tersebut mencapai 18.500 ekor.

Baca Juga : Bupati Ipuk: Banyuwangi Tak Butuh Raperda Pemberdayaan Janda

 

Sementara itu, Camat Pujon Akhmad Taufiq Juniarto membenarkan bahwa memang kurang lebih ada 1.500 sapi di wilayahnya yang terindikasi PMK. Namun dari laporan yang ia terima, jumlah juga diikuti dengan tingkat kesembuhan.

"Kalau detilnya masih saya lihat datanya dulu. Kalau 1.500 an yang sakit memang sepertinya iya. Tapi bukan satu dusun atau desa. Sementara kalau populasi ternak sapi di sini (Pujon) itu banyak, sampai 21 ribu ekor. Kalau yang mati enggak sampai 100," ujar Taufiq.

Sementara itu, terkait upaya penanganan dan pengendalian PMK, Taufiq menyebut bahwa Muspika Pujon sudah menggelar rakor setidaknya sebanyak 3 kali. Hal tersebut untuk memastikan penanganan pada ternak yang terindikasi PMK.

"Kalau rakor Muspika (Pujon) kita kemarin sudah. Ini sebagai tindak lanjut, Anggota DPRD Kabupaten Malang bersama pihak Dinas Peternakan monitoring perkembangannya," pungkas Taufiq.

Judul berita Ribuan Sapi di Pujon Disebut Terindikasi PMK, Camat Pujon: Masih Harus Dipastikan Lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
penyakit mulut dan kuku penyakit mulut dan kuku sapi

Berita Lainnya