Pengunjung Expo Pendidikan dan Kebudayaan 2022 Membludak | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Pengunjung Expo Pendidikan dan Kebudayaan 2022 Membludak

May 24, 2022 12:54
Situasi Expo Pendidikan di KWT Lumajang, pengunjung membludak . foto: Teguh Eko Januari-JatimTimes)
Situasi Expo Pendidikan di KWT Lumajang, pengunjung membludak . foto: Teguh Eko Januari-JatimTimes)

JATIMTIMES  -Seolah dendam lepas dari kungkungan covid 19, warga Lumajang dan sekitarnya memadati acara Expo Pendidikan dan Kebudayaan 2022 di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT) Lumajang Selasa (24/05). Ribuan warga berjubel memadati seluruh stan pameran pendidikan tersebut hingga siang hari.

Sebenarnya acara expo ini sudah banyak dikunjungi warga sejak Senin kemarin, meskipun belum dibuka secara resmi

Baca Juga : Menko Airlangga Sampaikan Momen Emas untuk Berinvestasi di Indonesia dalam Agenda World Economic Forum di Swiss

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang Agus Salim saat memberi sambutan dalam acara opening ceremony expo tersebut mengatakan, expo diikuti 117 stand yang diisi oleh lembaga pendidikan berprestasi.

"Ini untuk mewadahi dan memberi ruang aksi kepada sekolah yang miliki banyak prestasi. Ini sebagai ajang promosi seluruh prestasi siswanya," ujarnya.

Selain pameran pendidikan, acara expo juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti lomba drumband, tari kreasi baru, dan  melukis. "Rabu besok ada lomba menggambar yang diikuti oleh enpat ribu siswa PAUD, KB dan TK ," ungkap Agus Salim.

Agus Salim berharap acara seperti ini bisa menjadi agenda tahunan. Karena itu, ia memohon agar Bupati Lumajang Thoriqul Haq, tidak hanya membuka acara tersebut, namun juga mengukuhkan expo pendidikan sebagai kegiatan tahunan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang.

Sementara itu Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat memberi sambutan mengungkapkan, acara seperti ini akan digelar terus jika Lumajang benar-benar bebas dari covid 19.

"Termasuk saat Agustusan, atau pada saat Hari Jadi Kota Lumajang pada bulan Desember, kita akan gelar pameran dan karnaval, sesuai keinginan masyarakat Lumajang," ucapnya.

Acara seperti ini, menurut bupati, perlu dilestarikan karena bisa menghidupkan sistem ekonomi di sekitarnya. "Mulai dari penjual cilot, gorengan, tukang parkir dan lainnya, bisa berkegiatan sehingga roda perekonomiannya bergerak," tukasnya.

Baca Juga : Covid Reda, Cak Thoriq Berharap Tahun Ini Ada Karnaval Agustusan

Bupati mengaku dirinya sering mendapat keluhatan dari warga, terutama pelaku UMKM dan pelaku seni, yang tidak bisa berkegiatan selama pandemi.

'Seni jaran kencak misalnya, banyak kuda yang terpaksa harus dijual karena terdesak kebutuhan ekonomi. Padahal dengan seni jaran kencak, tidak sedikit orang yang bisa dihidupi, mulai dari tim penabuh, penari, penjual makanan, tukang parkir dan lainnya bisa hidup saat ada event kesenian," katanya 

Bupati berjanji akan memberikan ajang bagi pelaku seni, UMKM dan masyarakat lainnya untuk berkegiatan selama proses endemi berjalan lebih baik.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Expo pendidikan dan kebudayaan Lumajang Berita Lumajang

Berita Lainnya