02/02/2023 Dituding Langgar Hak Cipta, BUMN PT Pegadaian Tegaskan Tabungan Emas Produk Sendiri yang Diresmikan Presiden | Jatim TIMES

Dituding Langgar Hak Cipta, BUMN PT Pegadaian Tegaskan Tabungan Emas Produk Sendiri yang Diresmikan Presiden

May 17, 2022 13:49
BUMN PT Pegadaian.
BUMN PT Pegadaian.

Pewarta: M. Bahrul Marzuki | Editor: Yunan Helmy

JATIMTIMES - Produk tabungan emas milik PT Pegadaian digugat di Pengadilan Negeri (PN) Niaga Jakarta. Pegadaian dinilai mencontek sistem penjualan emas milik Arie Indra Manurung dengan gugatan nomor perkara 40/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2022/PN Niaga Jakarta.

Gugatan tersebut langsung dibantah PT Pegadaian. Perusahaan gadai milik BUMN ini menegaskan tidak pernah melakukan pelanggaran hak cipta layanan Tabungan Emas yang dimiliki perusahaan lain.

Baca Juga : Iklim Kolaborasi Semakin Subur, Bolu Nusantara Bagi-Bagi Pesan Kebaikan

Vice President of Corporate Communication PT Pegadaian Basuki Tri Andayani menyatakan sudah mendengar kabar tersebut (gugatan). Saat ini perusahaan sedang mempelajari berkas gugatan tersebut.

“Kami sudah menerima berkas gugatan tersebut dan sedang dipelajari dengan seksama. Sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi prinsip GCG, kami akan mengikuti proses hukum yang berlaku dan mematuhi regulasi pemerintah maupun ketentuan hukum lainnya. Selain itu, kami  berkomitmen untuk melindungi hak-hak konsumen agar tidak terdapat kerugian nasabah,” katanya.

Seperti diketahui, sejak dulu emas menjadi instrumen investasi yang diminati karena bersifat safe heaven atau tidak rentan terhadap gejolak dan ketidakpastian pasar.

Pada tahun 1901, Pegadaian resmi menjadi perusahaan gadai milik Pemerintah Hindia Belanda yang memberikan pinjaman dengan jaminan barang bergerak. 

Pegadaian yang saat itu bernama Bank van Leening tidak hanya menerima alat rumah tangga sebagai jaminan gadai. Dalam perkembangannya, emas bahkan menjadi barang jaminan gadai favorit masyarakat.

Bahkan saat ini lebih dari 95% barang yang digadaikan berupa emas, baik berupa perhiasan maupun emas batangan. Oleh karena itu, Pegadaian terus mengembangkan bisnisnya yang berkaitan dengan emas.

Pada tahun 1998, gejolak ekonomi terjadi, resesi krisis moneter membuat harga emas melambung tinggi sehingga masyarakat yang memiliki emas memilih melepas investasinya untuk mendapatkan dana segar. Seiring berjalannya waktu, Pegadaian pun mengambil langkah strategis baru, agar emas kembali dapat diminati masyarakat.

Pegadaian menggandeng World Gold Council (WGC), untuk mengeluarkan produk emas ongkos naik haji (ONH) Pegadaian. Produk ini diciptakan untuk membantu masyarakat pergi haji ke tanah suci dan memberikan literasi bahwa emas adalah sebuah investasi yang menjanjikan.

Sempat terhenti pada tahun 2004, Pegadaian kembali mengembangkan strategi bisnis baru melalui unit usaha syariah tahun 2008, dengan mengeluarkan produk cicil emas yang dinamakan dengan MULIA (Murabahah Logam Mulia Investasi Abadi).

Memenuhi permintaan masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin mempunyai emas dengan cara mudah, Pegadaian terus melakukan berbagai kajian dalam rangka pengembangan produk. Akhirnya ditemukanlah produk tabungan emas yang memberikan solusi dengan model beli dan titip emas yang dapat diakses oleh masyarakat dengan pembelian minimas 0,01 gram.

Baca Juga : Harlah ke-2, Forum Jurnalis Nahdliyin Beri Penghargaan Enam Tokoh Inspiratif 2022

Produk tabungan emas secara resmi diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo dan didampingi oleh Menteri BUMN (saat itu) Rini Sumarno serta Direktur Utama PT Pegadaian Riswinandi pada 5 Juli 2015. Peluncuran produk diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan Pasar Murah  BUMN di Garut Jawa Barat.

Operasional produk Tabungan Emas Pegadaian ini juga telah mendapatkan izin dari OJK dengan surat nomor S-427/NB.11/2016 tanggal 17 februari 2016 tentang produk Pegadaian Tabungan Emas.

Dilatarbelakangi oleh upaya penataan industri pergadaian, OJK menerbitkan POJK 31 tahun 2016 tanggal 28 Juli 2016 tentang usaha pergadaian. Sebagai perusahaan milik negara yang patuh terhadap regulasi, Pegadaian pun melakukan restrukturisasi bisnis. Salah satunya dengan pendirian anak perusahaan Galeri 24 yang menangani bisnis emas.

Kemudian perusahaan mengajukan pembaruan izin operasional produk Tabungan Emas Pegadaian yang dikabulkan oleh OJK dengan surat   nomor S-476/NB.111/2019 tanggal 09 Oktober 2019 tentang Persetujuan Produk Tabungan Emas PT Pegadaian (Persero).

Judul berita Dituding Langgar Hak Cipta, BUMN PT Pegadaian Tegaskan Tabungan Emas Produk Sendiri yang Diresmikan Presiden.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
PT Pegadaian tabungan emas pegadaian

Berita Lainnya