JATIMTIMES - Bupati Tulungagung Maryoto Birowo meminta agar pihak ketiga yang berencana menggunakan aset daerah untuk pembangunan mall dan ikon di eks lapangan pasar Pahing untuk mengajukan kajian. Hal ini dimaksudkan, agar Pemerintah Kabupaten dapat membahas bersama legislatif, apakah kajian itu disetujui atau tidak.
"Kita minta kajian dari berbagai hal. Tidak mungkin kami sebagai pemerintah kemudian membahas tanpa adanya kajian yang jelas," kata Maryoto di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (9/5/2022).
Baca Juga : Pantau Kedisiplinan ASN, Wabup Malang Sidak Kantor OPD di Hari Pertama Usai Cuti Bersama
Menurutnya, rencana pembangunan mall dan ikon Kabupaten Tulungagung di eks pasar Pahing itu bukan hanya obrolan atau wacana. Namun, sudah dibicarakan di lintas intansi untuk dimatangkan.
"Sudah kita bicarakan. Iya itu tadi kita minta agar investor itu melakukan kajian dulu. Perhitungan dengan detail, nantinya setelah kita pelajari dan memang bagus maka akan kita bicarakan dengan legislatif," ujarnya.
Penggunaan aset daerah, bagi Maryoto harus benar jelas manfaat dan peruntukannya. "Soal gambar (maket plane) sudah kita lihat. Jangan sampai melepas aset justru timbul masalah dikemudian hari," ungkapnya.
Terkait rencana ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung sudah pernah menyampaikan beberapa waktu lalu. Saat itu, pihaknya tengah rapat dengan investor yang rencananya akan membangun hotel mewah dan mall di tanah aset milik Pemkab Tulungagung
Tanah aset yang berada di Jalan Soekarno-Hatta atau tepatnya di barat GOR Lembu Peteng ini akan digunakan untuk bangunan mall dan hotel serta sentra UMKM.
"Tanah aset milik Pemkab itu ada sekitar 15 hektare (ha). Namun untuk sementara akan digunakan yang 7 ha," kata Santoso, Rabu (16/3/2022) lalu.
Ia telah melakukan rapat dengan investor yang tak disebutkan itu dengan membahas beberapa hal untuk mematangkan pembangunan proyek besar ini. "Rapat teknis untuk menyatukan persepsi akan adanya investor," ujar Santoso.
Baca Juga : Miris, Terjatuh Saat Naik Ontel Anak SD di Tulungagung Tewas Ditabrak Truk Galon
Pembangunan yang akan dilakukan ada dua lokasi, yaitu ikon Kabupaten Tulungagung berada di Pasar Pahing dan Mall serta hotel di barat GOR Lembu Peteng. "Nanti juga dibangun toko UMKM untuk memasarkan produk Tulungagung," ungkapnya.
Lebih jauh, Santoso ini menjelaskan, kelak dua proyek ini tidak akan menggunakan dana APBD kabupaten Tulungagung, namun murni dibiayai pihak ketiga. "Jadi pembangunan ikon Kabupaten Tulungagung dan Mall ini nantinya tidak menggunakan dana APBD, tapi dibiayai investor," imbuhnya.
Lanjut Santoso, dari hasil rapat yang dilakukan sudah ada kesepahaman dan ke depan pihaknya akan melakukan study referensi ke wilayah yang sudah menjalin kerjasama dengan pihak ketiga.
"Kemudian membuat kajian dan karena itu aset Pemkab maka nanti akan minta persetujuan legislatif," terangnya.
Ia memastikan akan mempelajari hitung-hitungan yang jelas agar jika pembangunan ini telah dilaksanakan tidak terjadi sengketa hukum sebagimana yang terjadi di Belga yang sama-sama menempati tanah aset Pemerintah Kabupaten Tulungagung.