JATIMTIMES – Robohnya kantor Kecamatan Jenggawah sejak 2 tahun lebih atau tepatnya pada 2019 lalu masih belum tuntas diselesaikan. Rusaknya bangunan akibat dari kontruksi yang salah itu pun menarik perhatian Bupati Jember H. Hendy Siswanto. Saat menggelar safari Ramadan di Kecamatan Jenggawah pada Selasa (12/4/2022), pria nomor satu dijajaran Pemkab Jember itu mengajak seluruh OPD yang ikut dalam kegiatan tersebut untuk sidak gedung yang dibiarkan mangkrak.
Kepada wartawan, Hendy mengatakan, bahwa melihat urgennya keberadaan kantor Kecamatan Jenggawah, terlebih gedung sementara yang menggunakan rumah dinas camat juga mulai terlihat rapuh, ia berjanji akan segera melakukan perbaikan secepat mungkin. Mengingat keberadaan kantor kecamatan sangat dibutuhkan untuk memberikan layanan kepada masyarakat.
Baca Juga : Bapenda Kabupaten Malang Batal Naikan Target Perolehan PBB-P2, Berikut Pertimbangannya
“Eman (sayang; red) bangunan gedung ini kontruksi temboknya cukup bagus, karena tidak ada retakan atau rembesan sama sekali, selain itu, di dalam juga ada beberapa meubeler yang masih bisa dipakai, bangunan ini hanya kurang bagus pada sisi atapnya saja,” ujar Bupati Jember H. Hendy Siswanto.
Pihaknya pun berjanji dalam waktu dekat untuk segera melakukan perbaikan dan pembenahan terhadap kerusakan gedung yang roboh saat masih dalam pembangunan yang dilakukan pada tahun 2019.
“Yang jelas dalam waktu dekat kita betulkan dikit-dikit dulu, kalau bisa kita masukkan ke dalam anggaran tahun ini di PAK, ya kita kerjakan tahun ini, tapi yang pasti tahun depan gedung ini sudah harus bisa digunakan, agar layanan masyarakat tetap jalan,” ujar Bupati Jember H. Hendy Siswanto.
Untuk proses pembangunannya, Bupati pun akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan kejaksaan. “Agar bisa segera dilakukan proses pembangunan, kami akan koordinasi dengan pihak kepolisian dan kejaksaan, bagaimana status proyek ini,” ujar Bupati.
Baca Juga : Sinergi dengan Komisi IX DPR RI, BPJAMSOSTEK Blitar Sosialisasikan Program Segmen BPU
Kantor Kecamatan Jenggawah ini sendiri pada era Bupati Faida pada tahun 2019 dilakukan rehab kantor. Sayangnya saat proses rehab tinggal finishing, proyek yang menelan anggaran Rp 2 Miliar lebih tersebut roboh di bagian atap pendopo, bahkan akibat dari robohnya atap 1 pekerja mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan.