JATIMTIMES - Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno, meminta pihak manajemen Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS), mengkaji ulang rencana program Surabaya Night Zoo.
Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, pertimbangan utamanya adalah dampak terhadap kelangsungan hidup satwa koleksi KBS.
Baca Juga : Penyakit Aneh, ada Gelas dalam Perut Pria di Jember
“Karena satwanya selama ini kalau malam itu istirahat. Dengan adanya Night Zoo ini, apakah nantinya tidak mengganggu waktu istirahatnya. Karena binatang itu perlu jam-jam istirahat seperti manusia. Takutnya nanti malah terjadi stress dan memicu kematian,” tegasnya.
Selain itu menurut Anas, luas area KBS juga menjadi pertimbangan. Area KBS terlalu sempit untuk penerapan konsep Night Zoo.
“Tempatnya harus lebih luas lagi. Saya rasa jika tidak satu kawasan kita sepakat. Tapi jika satu kawasan dibagi, itu yang tidak sepakat. Karena akan mengganggu satwa,” terangnya.
Anas Karno menekankan selalu mendukung upaya-upaya yang dilakukan, demi kebaikan KBS. Namun setiap program harus dilakukan kajian yang mendalam. Terutama terhadap kelangsungan hidup satwa koleksi KBS.
Baca Juga : Kado 108 Tahun, Pemkot Malang Pertahankan SAKIP Level Memuaskan dan Terus Akselerasi Reformasi Birokrasi
Program Night Zoo dan Penangkaran Komodo di Kawasan Wonorejo, sebelumnya disampaikan Khoirul Anwar, Direktur PDTS KBS saat rapat bersama Pansus LKPJ Wali Kota Surabaya Tahun Anggaran 2021 pada pekan lalu. Dua program tersebut menjadi rencana besar PDTS KBS untuk direalisasikan.