JATIMTIMES- Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) Kantor Cabang Banyuwangi memastikan persediaan sembilan kebutuhan pokok (sembako) seperti; beras, gula dan minyak goreng dalam status aman untuk persiapan bulan suci Ramadan maupun Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri tahun 2022.
Menurut Jusri Pakke, Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Divre) Banyuwangi persediaan atau stok beras di gudang Bulog sampai saat ini masih tersedia sekitar 7.500 - 8.000 ton.
Baca Juga : Bupati Banyuwangi Hadiri Acara Grebeg Vaksin dalam HUT Satpol PP Linmas dan Damkar
"Itu aman tiga sampai empat bulan ke depan. Sekarang ini pun kita melakukan serapan beras, karena perkiraan bulan Maret ini petani di Banyuwangi sudah mulai panen," jelas Jusri Pakke, Selasa (08/03/2022).
Pria asal Sulawesi Selatan itu menuturkan persediaan gula di gudang Bulog masih tersedia sekitar 7 ton. Bahkan pihaknya mengusulkan kembali sekitar 200 ton gula untuk menghadapi bulan Ramadan dan Lebaran 2022.
Sedangkan untuk minyak goreng, Bulog Banyuwangi bekerja sama dengan distributor minyak goreng Fortune di Banyuwangi untuk memastikan ketersediaan minyak goreng yang dibutuhkan masyarakat.
"Untuk persediaan minyak goreng selama ini kita bekerjasama dengan Fortune, ke depan mungkin akan menjalin kerjasama dengan merk lain, seperti dengan Sania dan Filma. Mereka sudah janji bersama-sama siap mensuplai kebutuhan masyarakat ke depan," imbuh Jusri.
Mantan atlet nasional sepak takraw itu menambahkan, secara keseluruhan Bulog Banyuwangi menjamin ketersediaan sejumlah bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat. "Untuk ketersediaan sembako di bulan puasa dan lebaran mendatang kita pastikan Insya Allah cukup," kata Jusri.
Selain itu Bulog, bekerjasama dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Banyuwangi setiap hari juga gencar melakukan operasi pasar.
Baca Juga : Setahun Kepemimpinannya Diberi Rapor Merah, Ini Jawaban Bupati Jember
Program kegiatan operasi pasar dilakukan secara keliling. Titik awal mulai Pasar Banyuwangi kemudian dilanjutkan ke beberapa wilayah yang lain.
Adapun bahan pangan yang dijual mulai beras premium, beras medium, minyak goreng, dan gula serta tepung terigu dengan harga terjangkau.
"Program tersebut kita lakukan untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pangan bagi masyarakat," pungkas Jusri.