JATIMTIMES - Sudah menjadi semacam tradisi, Kamis sore hingga Jumat pagi masyarakat di Tulungagung berziarah ke makam. Tradisi yang disebut geren ini hampir terjadi di semua pemakaman umum yang tersebar di seluruh wilayah di kota marmer ini.
Makam atau kuburan di desa Wates, Kecamatan Sumbergempol ini misalnya, yang selalu ramai dikunjungi peziarah setiap hari Kamis sore. Namun jika hujan atau memang tidak sempat, tak sedikit peziarah yang datang pada Jumat paginya. Pemandangan itu pun selalu rutin terlihat setiap pekannya.
Baca Juga : BPNT Akan Disalurkan Tunai, Bupati Tulungagung: Segera Laksanakan
Pada hari ini, Jumat (18/2/2022) tampak salah satu peziarah, Malik (47) tengah berziarah ke makam orang tuanya. Dia pun terlihat lebih sibuk lantaran tengah merapikan tanah makam orang tuanya yang ambles.
"Harus dirapikan, nisannya masuk ke dalam tanah juga ini," kata Malik, Jum'at (18/02/2022) pagi.
Sebenarnya makam orang tua Malik sudah sekitar empat tahun, namun rupanya baru ambles pada bulan ini.
"Karena kayu tlasah (penutup mayat) di dalam sudah lapuk," ujarnya.
Sementara, musim hujan yang intens di Tulungagung diduga menjadi penyebab utama amblesnya makam. Karena air yang banyak menjadikan struktur tanah terus masuk ke tanah dan mengakibatkan ambles.
Baca Juga : Disperindag Upayakan Atasi Kelangkaan, Berapa Kebutuhan Minyak Goreng Per Hari di Tulungagung?
"Sebelumnya kan tidak padat karena tidak ada tekanan air, karena adanya air dan tlasah di dalam lapuk maka tanah ikut masuk memadat lalu ambles bagian atas," ungkapnya.
Rupanya tidak hanya satu kuburan yang tampak rusak, ada banyak makam ambles yang rata-rata merupakan liang lahat jenazah yang belum lama meninggal dunia.
Sebagian makam yang ambles telah diperbaiki dan dirapikan kembali, namun beberapa di antaranya masih terlihat porak poranda dan ambles ke dalam perut bumi.