Dukung Kebijakan Pemerintah, Perusahaan Kebun Sawit Ikut Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Dukung Kebijakan Pemerintah, Perusahaan Kebun Sawit Ikut Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng

Feb 03, 2022 20:11
Suasana kegiatan operasi pasar minyak goreng di halaman PT Wilmar Nabati Indonesia, Kamis (3/2/2022). (Foto : Istimewa)
Suasana kegiatan operasi pasar minyak goreng di halaman PT Wilmar Nabati Indonesia, Kamis (3/2/2022). (Foto : Istimewa)

JATIMTIMES - Operasi pasar minyak goreng yang biasanya digelar oleh pemerintah juga digelar oleh perusahaan swasta. Salah satunya PT Wilmar Nabati Indonesia. Perusahaan yang juga pengelola kebun sawit ini menggelar operasi pasar minyak goreng satu harga Rp 14.000 per liter sebagai wujud komitmen perusahaan mendukung kebijakan pemerintah. 

Bazar tersebut digelar di halaman perusahaan. Tak ayal, antusias masyarakat sangat tinggi. Kurang dari dua jam, sebanyak 1.000 liter minyak goreng ludes.

Baca Juga : Kunjungan Wisatawan di Kabupaten Malang Masih Lesu

Unit Business Head PT Wilmar Nabati Indonesia, Ridwan Brandes mengatakan, kegiatan yang digelar ini sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap kebijakan pemerintah. "Meskipun saat ini harga bahan baku mengalami kenaikan namun kami tetap mendukung dan mengamankan kebijakan pemerintah," ujar Ridwan, Kamis (3/2/2022).

Pada operasi pasar kali ini, menyiapkan sedikitnya 1.000 liter minyak goreng yang terbagi kedalam dua merk yakni Sania dan Fortune. Minyak goreng Sania bisa dibeli oleh masyarakat dengan harga Rp 14.000 perliter sedangkan untuk merk Fortune kemasan ekonomis dijual Rp 13.500 perliter. "Kegiatan operasi pasar ini akan terus kami lakukan, baik di lingkungan perusahaan maupun di desa-desa. Nantinya bekerjasama dengan pemerintah daerah maupun provinsi," imbuhnya.

Ridwan berharap melalui operasi pasar ini fenomena "panic bunying" yang saat ini tengah terjadi bisa segera normal. Sehingga masyarakat tidak perlu membeli minyak goreng dalam jumlah banyak yang justru akan membuat warga lain tidak kebagian. "Operasi pasar ini sama sekali tidak mempengaruhi supply kami ke pasar ritel," jelasnya.

Sementara General Affair PT Wilmar Nabati Indonesia, Andy Mahmud menambahkan, demi tertibnya kegiatan operasi pasar tersebut setiap warga hanya boleh membeli dua liter minyak goreng. Selain itu pembeli juga diwajibkan membawa KTP untuk di data identitasnya. "Kami melakukan screaning kepada pembeli agar tidak ada yang membeli lebih. Sehingga semua bisa kebagian," kata Andy sapaan akrabnya.

Baca Juga : Tak Kantongi Izin Kepolisian, Show DJ Dinar Candy di Kota Blitar Dipastikan Batal

Pihaknya juga menerapan protokol kesehatan yang ketat bagi setiap pembeli yang datang. Diantaranya mengecek suhu tubuh, menyemprotkan hand sanitizer, mengatur tempat duduk agar berjarak dan mewajibkan penggunaan masker. "Wilmar tidak akan berhenti disini saja, bersama pemerintah kami akan terus keliling dan mengurai permasalahan tingginya harga minyak goreng," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Operasi Pasar minyak goreng

Berita Lainnya