JATIMTIMES - Peternak ayam petelur di Blitar beramai-ramai mendatangi kantor Bank BUMN di Kota Blitar, Selasa (14/9/2021). Dalam aksi damai ini mereka meminta Bank BUMN agar memberikan kebijakan pemutihan bunga dan penundaan cicilan pokok pinjaman lewat bank BUMN. Ada dua bank BUMN yang didatangi para peternak masing-masing Bank BRI dan Bank BRI.
Salah satu perwakilan peternak, Suryono, mengatakan kondisi para peternak ayam petelur di Blitar saat ini sedang terpuruk. Pasalnya saat harga telur anjlok, harga jagung justru melambung tinggi. Kondisi ini membuat peternak merugi dan tak mampu membayar cicilan Bank.
Baca Juga : Ujicoba Pembukaan Destinasi Wisata, 90 Persen Wisatawan yang Datang ke Kota Malang Ditolak
"Kami ini rata-rata memiliki tanggungan cicilan di bank. Mulai dari BNI, BRI hingga Bank Jatim. Hari ini kami datang untuk menyampaikan aspirasi dan keluh kesah kami,” kata Suryono.
Menurut Suryono, saat ini harga jagung tembus Rp 6.500 perkilogram. Dengan harga tersebut idealnya harga telur harus di atas Rp 20.000. Namun yang terjadi, saat ini harga telur hanya Rp 13.600- Rp 13.700 perkilogram. Kondisi ini menjadikan para peternak tidak bisa memutar uang untuk mencicil angsuran bank.
"Kami ingin ada keringanan karena kondisi kami tengah terpuruk. Bisa semacam pemutihan bunga bank atau penundaan cicilan pokok bagi peternak," imbuhnya.
Lebih dalam Suryono dan peternak lainya berharap pemerintah mendengar jeritan para peternak. Saat ini di tengah kondisi sulit, peternak menggadaikan aset mereka untuk usaha ternak ayam.
Baca Juga : Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Blitar Capai 43 Persen, Pelajar Jadi Prioritas
"Yang jelas kami meminta keringanan untuk hari ini. Nanti kalau kondisi ekonomi kembali membaik cicilan pokok tentu akan kami bayarkan," pungkasnya.