JEMBERTIMES - Jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Jember yang terus mengalami penurunan membuat Bed Occupancy Rate (BOR) di RSD dr. Soebandi menyisakan 48 sampai 35 persen dibandingkan dua pekan sebelumnya yang mencapai 90 persen.
Bahkan saat ini di ruang Isolasi pasien Covid, jumlah pasien menyisakan 35 persen, dari total 115 Tempat Tidur (TT) untuk pasien Covid, hanya 40 TT yang digunakan dan 75 lainnya kosong. Hal ini disampaikan Direktur RSD dr. Soebandi Jember Hendro Soelistijono kepada sejumlah wartawan.
Baca Juga : Optimalkan Penanganan Covid-19, Pemkot Malang Siapkan Isoter Khusus Ibu Hamil
“Perkembangannya saat ini bagus, sudah dua minggu yang lalu, BOR itu sampai 90 hingga 96 persen, kini tinggal 38 persen, bahkan untuk ruang ICU hanya 35 persen saja,” kata Hendro.
Menurut Hendro, menurunnya angka BOR di RSD dr. Soebandi Jember ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah dalam Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), serta vaksinasi yang dilakukan secara masif.
Sehingga dengan penurunan angka BOR tersebut, 1 dari 2 tenda darurat yang dijadikan tempat transit pasien yang sebelumnya didirikan di halaman parkir RSD dr. Soebandi Jember saat ini dibongkar kembali dan hanya menyisakan 1 tenda saja untuk antisipasi terjadinya lonjakan kembali.
“Karena tingkat hunian untuk penanganan pasien probable Covid-19 sudah menurun, maka tidak diperlukan lagi transit di tenda darurat, pasien datang bisa langsung masuk dan transit di ruang ICU,” bebernya.
Baca Juga : Curhat ke Presiden Jokowi, Wali Kota Malang Canangkan Vaksinasi Covid-19 Menyasar Mahasiswa
Berdasarkan data resmi yang dirilis Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, menyebutkan, angka kasus baru Covid-19 pada 19 Agustus 2021 menyebutkan angka kesembuhan mencapai 461 pasien, meninggal 5 dan terkonfirmasi baru 131 pasien. (*)