TUBANTIMES - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban menggelar hearing rapat kerja penanganan dan penanggulangan Covid-19 bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan RSUD dr R Koesma Tuban.
Hearing rapat dengar pendapat membahas sejumlah persoalan maupun kendala Dinkes dan RSUD dr R Koesma dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19 di bumi wali Tuban.
Baca Juga : Peningkatan Covid-19 Masuk Level 3, Lumajang Akan Terapkan PPKM
Wakil rakyat yang juga Ketua komisi IV Tri Astuti dalam rapat mempertanyakan perihal kondisi maupun ketersediaan kelengkapan alat pelindung diri atau APD, antibiotik dan ketersediaan tempat tidur, tenaga Kesehatan dan persediaan tabung oksigen untuk pasien yang terpapar Covid-19.
"Rapat kerja ini sebagai evaluasi Dinkes dan RSUD Koesma dalam penanganan dan kesigapan dengan meningkatnya angka kasus Covid- 19 di daerah," kata Tri Astuti setelah rapat, Kamis (1/7/2021).
Tri Astuti sapaan politisi perempuan Partai Gerindra menyampaikan juga tindaklanjut dengan keseriusan pelaksana tim vaksinasi perihal progam tenaga pendidik yang sudah berjalan beberapa bulan lalu. Pasalnya, dari jumlah 21.343 tenaga pendidik, yang ikut vaksin baru 20.709. Sisanya 634 tenaga pendidik tidak ikut melaksanakan vaksin.
"Sisa ini tindaklanjutnya seperti apa? Kami harap pihak Dinkes juga mengimbau yang belum vaksin agar segera ikut. Mengingat pembelajaran tatap muka sudah mulai direncanakan," ucapnya.
Sebab itu, Komisi IV dalam upaya percepatan penanggulangan Covid -19 di kabupaten Tuban merekomendasikan kepada Dinkes untuk lebih optimal meningkatkan testing, tracing, treatment (3T). Selain itu, lanjutnya, optimalisasi penanganan sistem rujukan pasien yang terpapar Covid-19 dari puskesmas ke Rumah sakit.
"Prinsip pelayanan dalam keadaan urgent tidak boleh menolak pasien," jelasnya.
Selanjutnya, Dinkes juga membuka rekrutmen tenaga kesehatan terlatih atau relawan, sopir ambulance serta adanya penambahan tempat tidur untuk mengurangi beban kerja RS dan tenaga kesehatan.
"termasuk penambahan ruang isolasi dan ICU. Wajib ada,'' tegasnya.
Baca Juga : HUT Bhayangkara Ke-75, Wali Kota Kediri Siap Dukung Polri Bertransformasi Lebih Baik
Menyikapi adanya peningkatan atau lonjakan kasus terpapar Covid-19 di daerah, juga menjadi sorotan DPRD Tuban. Sebab itu, pada hearing komisi IV meminta Satgas Covid-19 melakukan komunikasi, koordinasi, kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan di kabupaten, kecamatan, desa dan TNI-Polri.
"Banyaknya kegiatan yang mendorong meningkatkan imun tubuh justru malah mengabaikan protokol kesehatan. Untuk itu harus ada koordinasi pemangku kepentingan dan Satgas Covid-19 bersama TNI-Polri," tandasnya.
Dari rapat komisi IV DPRD dengan Dinkes Kabupaten Tuban juga telah disepakati adanya rumah sakit rujukan khusus Covid-19, Yakni RS Ali Mansyur yang berlokasi di Kecamatan Jatiroto.