Pria Bunuh Diri di Tulungagung Akibat Tak Kuat Tagihan Pinjol, Polisi: Jangan Mudah Tergiur | Jatim TIMES

Pria Bunuh Diri di Tulungagung Akibat Tak Kuat Tagihan Pinjol, Polisi: Jangan Mudah Tergiur

Jun 24, 2021 19:08
Ruang jenazah RSUD dr Iskak Tulungagung saat otopsi korban bunuh diri (Foto: Anang Basso/ TulungagungTIMES)
Ruang jenazah RSUD dr Iskak Tulungagung saat otopsi korban bunuh diri (Foto: Anang Basso/ TulungagungTIMES)

TULUNGAGUNGTIMES - Kematian pria yang bunuh diri dan ditemukan dalam keadaan penuh luka di tubuh dan bersimbah darah di Tulungagung, diduga akibat banyaknya hutang pada pinjaman berbasis online. Kasubag Humas Polres Tulungagung, Iptu Tri Sakti Syaiful Hidayat mengatakan pinjaman online yang menjanjikan kemudahan bagi peminjamnya tidak perlu terlalu dipercaya.

"Pinjaman online ini kan memberikan kemudahan, syarat pengajuan dan cepat cair. Itu hanya iming-imingnya, pasalnya banyak yang menjadi korban," kata Iptu Tri Sakti, Kamis (24/06/2021).

Baca Juga : Secara Umum, PPWKT Setujui Terkait Usulan Penertiban Purel di Tulungagung

Syarat yang diminta biasanya hanya foto KTP dan nomor HP yang digunakan serta data pribadi yang dibutuhkan dan bisa dilakukan melalui daring. Selang beberapa lama, setelah syarat terpenuhi uang akan ditransfer ke rekening peminjam.

"Rata-rata yang ada ini cenderung ke arah penipuan. Jika telat, nasabah malah diposting dan ini sebenarnya melanggar UU ITE dan berpotensi terjadi pencurian atau penyalahgunaan data pribadi," ujarnya.

Korban pinjaman online tidak sedikit, menurut Tri Sakti banyak laporan menyangkut dugaan pelanggaran ITE dan identitas pribadi dicuri orang lain untuk pinjam online (Pinjol) ini.

"Sebaiknya masyarakat tidak perlu tergiur dengan model pinjaman online yang tidak jelas. Jika memang terganggu dengan tagihan yang sementara kita tidak hutang sebaiknya nomor handpone nya dimatikan saja atau bisa dilaporkan," ungkapnya.

Seperti diketahui, pria yang ditemukan di dalam rumah dan bersimbah darah dan berakhir dengan meninggal dunia mulai terungkap. Pria yang berinitial OS (34) warga Jalan Kelud Gang 1/551, RT 02 RW 02, Desa Sidorejo Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung dan meninggal di rumahnya Perumahan Patimura No 4A Dusun Utara Desa Gedangsewu diduga merupakan percobaan bunuh diri. 

Hasil penyelidikan dan penelitian terhadap handphone OS, tidak ditemukan percakapan yang janggal. Namun, ditemukan tagihan hutang kepada korban dari sejumlah penagih hutang dari pinjaman online.

Polisi juga telah memeriksa Close Circuit Television (CCTV) dan diperoleh kesimpulan sementara jika tidak ada aktivitas yang mencurigakan mengarah pada perbuatan tindak pidana terhadap korban.

Dari hasil visum, polisi mengungkapkan terdapat luka yang terjadi saat OS masih hidup. Kemudian, lokasi tusuk menggerombol di dada kanan dan dada kiri dengan lebar luka rata rata 1,5 sampai 2 cm.

Lalu, terdapat luka iris dipergelangan tangan dan kiri, leher dikelilingi luka percobaan bunuh diri. 

Baca Juga : Presiden: PPKM Mikro Kebijakan Paling Tepat untuk Saat ini

Diskripsi dan model luka menunjukkan dilakukan oleh tangan kanan, dan arah luka sama sisi tajam di sisi kiri atas (memegang pisau sisi tajam menghadap ke atas), luka iris di pergelangan tangan melintang arah dari sisi luar ke sisi dalam.

Luka lecet di pipi dan bibir menunjukan korosif/iritasi, tanda mati lemas dan cara kematian tidak wajar kemungkinan bunuh diri.

Sebab kematian, luka tusuk di dada yang mengakibatkan pendarahan dan paru mengempis. 

Kerusakan organ lain yang ditemukan diantaranya pada lambung yang disebabkan zat yang masuk atau ditelan sampai lambung. Cairan yang masuk diidentifikasi akibat meminum cairan pembersih lantai. 

Korban depresi karena terlilit banyak hutang dan banyak yang menagih sehingga pada akirnya korban melakukan bunuh diri. 

Hasil ini menunjukkan kesimpulan dari penyelidikan yang dilakukan pada OS yang sebelumnya ditemukan bersimbah darah di dalam rumahnya.

Topik
korban bunuh diri korban pinjaman online korban pinjol bunuh diri di tulungagung

Berita Lainnya