Pimpinan Komisi D Tegaskan Bagi Guru yang Tidak Ikut Vaksinasi Agar Tidak Diberi Jatah Mengajar | Jatim TIMES

Pimpinan Komisi D Tegaskan Bagi Guru yang Tidak Ikut Vaksinasi Agar Tidak Diberi Jatah Mengajar

Jun 02, 2021 18:34
Rombongan Komisi D DPRD dan Dinas Pendidikan Bangkalan saat melakukan monitoring KBM tatap muka di sejumlah sekolah (Foto: Imam/ JatimTIMES)
Rombongan Komisi D DPRD dan Dinas Pendidikan Bangkalan saat melakukan monitoring KBM tatap muka di sejumlah sekolah (Foto: Imam/ JatimTIMES)

BANGKALANTIMES - Rombongan Komisi D DPRD Bangkalan lakukan monitoring pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di sejumlah SD dan SMP Kecamatan Tanah Merah dan Burneh, Rabu (2/6/2021). 

Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan KBM tatap muka sesuai dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat. Sebab, masa pandemi COVID-19 saat ini masih belum berahir. 

Baca Juga : Heboh, KPK RI Pasang Plang Papan Sitaan Aset Tanah di Jalan Sultan Agung Kota Batu

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengatakan, selain memonitoring jalannya KBM tatap muka, ia juga memastikan jalannya vaksinasi terhadap para tenaga pengajar di setiap sekolah. Jika para guru masih ada yang tidak mau divaksin, pihaknya menegaskan terhadap Kepala Sekolah (Kepsek) agar tidak memberikan jam mengajar terhadap guru tersebut. 

"Jika guru tersebut tidak mau divaksin, kami menegaskan agar tidak diberi jam mengajar di kelas, karena itu akan berpengaruh terhadap tunjangan sertifikasi," tegasnya. 

Tidak hanya bagi tenaga pengajar saja, dia juga mewajibkan vaksinasi terhadap seluruh tenaga yang lain yakni tenaga administrasi beserta dengan penjaga sekolah sekalipun agar dilakukan vaksinasi. 

"Intinya seluruh tenaga yang ada di sekolah, harus tuntas vaksinasinya, agar sekolah terbebas dari COVID-19," lanjutnya, kepada BangkalanTIMES, usai melakukan monitoring. 

Selain itu, dijelaskan oleh dia bahwa hasil dari monitoring tadi, pihaknya menyebutkan tidak ada temuan yang sangat krusial, hanya saja di SMPN 2 Burneh kekurangan alat cuci tangan yang tidak merata di setiap kelasnya.

"Kalau yang lainnya sudah sesuai dengan protokol kesehatan, hanya saja alat cuci tangan yang harus ditambah, dan harus merata di setiap kelasnya," ujar dia.

Sementara di sekolah SMPN 1 Tanah Merah, dia mengaku juga tidak menemukan temuan yang fatal, hanya saja para siswa dan siswi dalam memakai masker tidak benar. Sedangkan di SDN 1 Baipajung 1, ada sebagian siswa yang tidak memakai masker namun setelah dia masuk siswa tersebut langsung diberikan masker oleh kepseknya.

Namun ada yang ia kecewakan yakni terkait vaksinasi di sekolah tersebut, di sana tadi hanya mengaku sudah divaksin semua dan ada juga sebagian yang tidak bisa, namun hal itu tidak dibuktikan dengan data. 

"Jadi kami masih belum meyakini itu, yang tidak bisa itu disebakan karena apa, karena kami tegas kondisi ini masih pandemi belum selesai, jangan sampai ada klaster baru dan nantinya malah disebabkan oleh bapak/ibu gurunya," tegas dia. 

Sedangkan untuk temuan yang dianggap fatal kata dia tidak ada, semua sekolah yang ia monitoring tadi sudah sesuai dengan protokol kesehatan semua. Hanya saja, yang mengalami kefatalan itu hanya di Kecamatan Arosbaya, sehingga pihaknya secara khusus meminta kepada Dinas Pendidikan agar tidak dilakukan KBM tatap muka terlebih dahulu. 

Baca Juga : Komisi E DPRD Jatim Tinjau SMA SPI Kota Batu, Begini Hasilnya

"Karena di Arosbaya hasil evaluasinya tingkat penularannya cukup tinggi, sehingga khusus Kecamatan Arosbaya agar tidak dilakukan KBM tatap muka dulu," cetusnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, Jufri Kora mengatakan, hasil monitoring di dua lokasi tadi, pihaknya menyebutkan sudah memenuhi prokes. 

"Bahkan tadi setelah kami kroscek ke siswa siswi sudah mematuhi prokes semua dan di sekolah tersebut tidak ada jam istirahat, serta kantin juga ditutup untuk menghindari kerumunan," jelas Jupri sapaan akrab Kabid SMP tersebut. 

Selain itu, dia juga menekankan agar vaksinasi terhadap para guru di sekolah harus segera terselesaikan, jika guru belum melakukan vaksinasi maka pihaknya tidak memperbolehkan guru mengajar secara tatap muka, dalam artian guru hanya diperbolehkan mengajar secara daring atau online. 

"Oleh sebab itu, jika guru ini tidak mengajar, maka nanti jam mengajarnya tidak bisa memenuhi, dan itu akan berpengaruh terhadap tunjangan sertifikasinya," ungkap dia. 

Karena jam mengajar guru itu minimal mengajar 24 jam mengajar dalam satu minggunya, jika tidak bisa memenuhi jam mengajar dengan tam itu, maka akan berpengaruh terhadap tunjangan sertifikasinya nanti.

"Makanya kami menekankan guru itu harus tervaksin semua, agar para guru ini terbebas dari COVID-19," pungkasnya. 

Sekedar diketahui, KBM tatap muka di Kabupaten Bangkalan dilaksanakan sejak hari senin kemarin tanggal 31 Mei 2021, sejak pelaksanaan itu KBM tatap muka berjala dengan lancar, hanya saja di Kecamatan Arosbaya yang masih tidak melakukan KBM tatap muka, dikarenakan angka penyebaran COVID-19 di sana mengalami peningkatan.

Topik
vaksinasi bangkalan vaksinasi guru di bangkalan

Berita Lainnya