Bermodal TikTok, Ketua BEM Universitas Bhineka Tulungagung Mampu Jual Beras hingga 2 Kwintal per Hari | Jatim TIMES

Bermodal TikTok, Ketua BEM Universitas Bhineka Tulungagung Mampu Jual Beras hingga 2 Kwintal per Hari

May 03, 2021 13:08
Potongan video pendek Rochman Syai'in saat memasarkan produknya dan foto produknya. (Foto: Tangkapan layar dari video)
Potongan video pendek Rochman Syai'in saat memasarkan produknya dan foto produknya. (Foto: Tangkapan layar dari video)

TULUNGAGUNGTIMES - Kreatif, mungkin adalah kata yang tepat untuk diberikan pada salah satu mahasiswa Universitas Bhineka Tulungagung Rochman Syai'in. Bagaimana tidak, di tengah aktivitas menyelesaikan skripsi, mahasiswa yang saat ini menjabat sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bhineka ini mampu menjual beras kemasan hingga 2 kwintal per hari pada Bulan Ramadan ini.

Maman sapaan akrabnya menjajakan beras dagangan yang dikemasnya dengan video dan narasi pendek yang dibuatnya di media sosial TikTok. Hasilnya, Maman berhasil menarik banyak konsumen.

Baca Juga : Puisi Rektor UIN Malang: Ngaji Bersama Habib Luthfi, seperti Profesor di Perguruan Tinggi

Ide kreatif itu, dia dapat dari melihat aktivitas pengguna TikTok yang kian meningkat setiap harinya. Selain itu kebutuhan beras di bulan ramadan juga meningkat karena kewajiban ibadah zakat fitrah dan fidyah bagi orang muslim.

"Beras yang saya kemas, juga hasil panen sendiri. Jadi dari segi kualitas yang jelas sangat layak karena merupakan beras baru," kata Maman melalui telpon seluler, Senin (3/5/2021).

Menurut Maman, awalnya perasaan pesimis juga sempat dirasakannya, tapi setelah video pendek itu diunggah, permintaan pasar menjadi meningkat. Bahkan dari luar kecamatan juga banyak yang pesan beras kemasan itu.

"Awalnya hanya permintaan dari tetangga saja, tapi saat ini konsumen luar kecamatan juga sudah banyak yang pesan," terang Maman.

Baca Juga : Dewan Pengurus Kadin Kota Kediri Masa Bakti 2021- 2026 Resmi Dilantik

Dijelaskan, gabah didapatnya dari membeli petani yang mayoritas tetangganya sendiri. Kemudian dilakukan penyelepan dan dipacking dengan berat 3 Kg per kemasan dengan harga jual Rp 28 ribu per pack.

Dari harga jual, menurutnya, juga tidak dibilang paling murah karena sudah banyak yang berjualan dengan harga di angka itu, tapi karena didongkrak dengan pemasaran melalui video-video kreatif akhirnya mampu mengambil segmentasi konsumen lain dan bisa meningkatkan penjualannya.

Topik
medsos tiktok jualan beras via tiktok mahasiswa universitas bhineka tulungagung presiden bem universitas bhineka

Berita Lainnya