Tren Kasus Covid-19 di Kota Malang Fluktuatif, Ketersediaan Kamar Terus Meningkat | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Tren Kasus Covid-19 di Kota Malang Fluktuatif, Ketersediaan Kamar Terus Meningkat

Apr 27, 2021 10:54
Ilustrasi. (Foto: source google).
Ilustrasi. (Foto: source google).

MALANGTIMES - Jumlah penambahan kasus baru Covid-19 di Kota Malang selama beberapa pekan terakhir tak mengalami lonjakan secara signifikan. Namun meski begitu, penambahan kasus di Kota Pendidikan ini terbilang cukup fluktuatif.

Beberapa hari terakhir ini misalnya, penambahan kasus positif Covid-19 pada 24 April 2021 sebanyak 4 orang. Kemudian di tanggal 25 April 2021 sebanyak 17 orang, dan pada 26 April 2021 terjadi penambahan kasus baru sebanyak 20 orang.

Baca Juga : Tunggakan Dibayar Pemerintah, Warga Kota Malang Dimudahkan Berobat dengan BPJS Kesehatan

Kini, total jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Malang mencapai angka 6.301. Dengan pasien yang telah dinyatakan sembuh sejumlah 5.691, dan pasien yang telah meninggal dunia sebanyak 576.

"Kasus harian masih ada sekalipun fluktuatif ya," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif.

Husnul menambahkan, tren kasus yang masih meningkat ini juga menjadikan ketersediaan kamar di ruang isolasi, baik di rumah isolasi maupun di rumah sakit rujukan Covid-19 mengalami kenaikan.

Seperti, di safe house yang berada di Jl Kawi, jumlah per harinya biasa terisi 30 sampai 40 pasien, belakangan ini mencapai 79 pasien per harinya.

"Ketersediaan kamar ada kecenderungan naik, di RSUD Kota Malang saja dengan ketersediaan 49 tempat tidur biasanya terisi 12 sampai 15 pasien sekarang sudah 20an. Di rumah sakit-rumah sakit lain, rata-rata dari 33,6 persen naik ke 45 persen," jelasnya.

Baca Juga : Diduga Korsleting Listrik, Rumah di Wonodadi Blitar Dilalap si Jago Merah

Karenanya, dalam hal ini pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk membatasi pergerakan. Sebab, penyebaran Covid-19 hingga kini masih belum melandai. Sehingga, jika memang tak ada kepentingan yang berarti masyarakat tetap dianjurkan untuk stay at home atau di rumah saja.

"Masyarakat harus membatasi pergerakan. Karena, bagaimanapun juga Covid-19 ini menularnya, menyebarkannya, dan terpapar kalau teejadi pergerakan dan pertemuan satu dengan yang lain. Sehingga stay at home sampai saat ini adalah yang paling efektif," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Positif Covid 19 Kasus Covid 19

Berita Lainnya