Terkait Dugaan Doxing Kepada Jurnalis, Pergerakan Aremania MMGA Berikan Penjelasan  | Jatim TIMES

Terkait Dugaan Doxing Kepada Jurnalis, Pergerakan Aremania MMGA Berikan Penjelasan 

Apr 09, 2021 11:15
Ilustrasi Ratusan Aremania yang akan menggelar Aksi Damai Jilid dua Aremania di Halaman Parkir Stadion Gajayana Malang, Senin (29/3/2021). (Foto: Dok. JatimTIMES)
Ilustrasi Ratusan Aremania yang akan menggelar Aksi Damai Jilid dua Aremania di Halaman Parkir Stadion Gajayana Malang, Senin (29/3/2021). (Foto: Dok. JatimTIMES)

MALANGTIMES - Terkait tindakan doxing kepada jurnalis Nusadaily.com yang diduga dilakukan oleh pemilik akun instagram @mmgachannel dan @aaayyyuuubbb_ yang sudah diadukan kepada Polresta Malang Kota oleh Nusadaily.com pada hari Kamis (8/4/2021), perwakilan Pergerakan Aremania MMGA (Make Malang Great Again) akhirnya berikan penjelasan. 

Perwakilan Aremania MMGA yang diwakili oleh Andi Sinyo, Ambon dan Vandy Wijaya akhirnya memberikan penjelasan terkait polemik yang telah terjadi mulai hari Senin (5/4/2021). Terkait dugaan tindakan doxing, Andi Sinyo mengatakan bahwa rekan-rekan di pergerakan Aremania MMGA tidak merasa melakukan tindakan doxing.

Baca Juga : Jadi DPO dan Lari ke Tanggerang, Pelaku Asusila Anak di Bawah Umur Berhasil Diringkus

"Teman-teman merasa tidak melakukan doxing. Karena kita ini basicnya supporter jadi kurang mengerti hukum wartawan atau apa segala macamnya. Pada intinya tidak ada niat untuk doxing atau penyebaran data pribadi. Misalnya nomor handphone atau nomor KTP atau nomor sepatunya. Tidak ada niat sama sekali," ungkapnya kepada MalangTIMES.com melalui sambungan telepon, Jumat (9/4/2021). 

Lanjut Sinyo bahwa pihaknya tidak memiliki niatan untuk melakukan doxing atau penyebaran data pribadi. Tindakan screenshots unggahan berita Nusadaily.com yang berjudul "Rumah Dinas Wali Kota Malang Dilempar Flare dan Pesawat Kertas, Ini Isi Suratnya" yang tayang pada hari Senin (5/4/2021) merupakan cara meredam penyebaran berita yang dianggap oleh pihaknya sebagai berita hoax. 

Screenshots itu kemudian diposting dalam akun instagram @mmgachannel bersama screenshot akun instagram pribadi jurnalis Nusadaily.com yang menulis berita tersebut yakni @amandaegatya turut diposting dalam unggahan @mmgachannel. 

"Itu murni untuk meredam dan cara satu-satunya pada saat itu, screenshot bukti hoax nya, screenshots penulisnya dan di caption ditulis bahwa mohon portal berita diatas dan wartawan yang ditulis itu sumbernya dari Nusadaily juga untuk segera klarifikasi. Nggak ada bermaksud bully," jelasnya. 

Terkait akun instagram @amandaegatya yang akhirmya diketahui oleh para netizen dan diunggah dalam postingan @mmgachannel, Andi Sinyo mengatakan bahwa hal tersebut pertama kali diketahui dari screenshots berita Nusadaily.com yang menulis nama lengkap kedua jurnalis. 

"Waktu itu pencegahan pada saat kejadian itukan berita viral ya. Dan itu sumbernya hoax tersebut yang di dalam situsnya mencantumkan nama aslinya. Berita aslinya itu seperti itu. Jadi dicantumkan nama Amanda Egatya itu. Kalau tidak, mana tahu netizen penulisnya amanda. Gitu ceritanya," terangnya. 

Justru menurut Andi Sinyo bahwa tindakan yang dilakukan oleh pengelola akun instagram @mmgachannel dengan mengunggah screenshots berita yang dianggapnya hoax tersebut merupakan jalan tengah agar tidak memperuncing keadaan. 

Baca Juga : AJI Malang Kecam Tindakan Doxing yang Menyerang 2 Jurnalis Nusadaily.com

"Kalau nggak ada post seperti itu, akhirnya hoax berkembang terus viral dan tidak segera direvisi atau apa, itu sopo sing jamin lek Aremania moro-moro gruduk ngono iku. Kita juga nggak tahu loh mas. Soalnya arek-arek Aremania juga dalam kondisi kesel," ujarnya. 

Meskipun setelah itu oleh bagian redaksi Nusadaily.com telah dilakukan koreksi yang kemudian ditayangkan kembali dengan judul "Rumah Dinas Wali Kota Malang Dilempari Surat Pesawat Kertas, Ini Isinya", menurut Andi Sinyo bersama Ambon dan Vanda Wijaya sampai sekarang belum ada komunikasi secara langsung terkait penyelesaian permasalahan ini. 

"Sampai sekarang tidak ada dari pihak Nusadaily kontak teman-teman pergerakan, padahal alamat kantornya sudah jelas, terus orang-orangnya sudah jelas. Tidak ada loh mas permintaan maaf atau permintaan takedown, ini sudah diluruskan atau apa, itu nggak ada. Tahu-tahu lapor," bebernya. 

Terakhir, Andi Sinyo berharap agar permasalahan ini jika dapat diselesaikan baik-baik pihaknya juga akan lebih senang. Namun hingga sampai saat ini belum ada komunikasi secara langsung terkait penyelesaian permasalahan ini. 

"Harapannya kalau bisa diselesaikan dengan baik-baik kenapa nggak. Tapi kan sampai saat ini tidak ada sama sekali permintaan maaf atau telepon atau permintaan takedown itu nggak ada. Ya harapannya mudah-mudahan wartawan katanya mau memediasi, teman-teman ya senang lah. Toh tujuannya untuk persatuan," pungkasnya.

Topik
tindakan doxing Polresta Malang Kota doxing wartawan Kasus doxing jurnalis Berita Jatim

Berita Lainnya