TRENGGALEKTIMES - Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhammad Natanegara mengunjungi dua kecamatan, sebagai bentuk komitmen pastikan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Trenggalek bisa berjalan.
Dua kecamatan ini adalah Munjungan dan Kampak, wilayah tersebut dipilih karena kawasan ini merupakan daerah yang berada paling selatan di wilayah Kabupaten Trenggalek.
Baca Juga : Datangi DPC PDIP Tulungagung, Bambang AS Bawa Bukti Dukungan Berupa Foto dan Screenshot
Pria dengan sapaan Mas Syah ini mengatakan, pada kunjungan ini ingin menyambung tali silaturahmi antara bawahan dan atasan. Sebab kecamatan merupakan kepanjangan tangan pemerintah daerah untuk melaksanakan tugas administrasi.
"Kali ini hanya kunjungan biasa, tidak ada monev atau sidak. Intinya kita tetap menjaga intensitas komunikasi antara bawahan dan atasan agar meminimalisir miss komunikasi," tutur Syah Kamis (25/3/2021).
Selain melaksanakan tugas administrasi, lanjut Mas Syah, kecamatan merupakan pusat pemerintahan kedua setelah pemerintah daerah. Sehingga mempunyai tugas pengawasan terhadap daerah bawahnya yaitu desa, karena segala urusan desa harus diketahui oleh kecamatan.
"Karena sistem terstruktur ini bisa berjalan, jika pimpinan paling bawah hingga atas bisa bekerja sama dengan baik. Terutama untuk pelayanan masyarakat," imbuhnya.
Selain itu, Mas Syah juga memberikan pesan agar pelayanan di masyarakat harus lebih optimal. Utamanya transparansi pemerintahan, untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
"Jangan sampai ada kesalahan, karena kita ini adalah pelayan rakyat. Ayo kita berlomba-lomba tingkatkan pelayanan masyarakat," tuturnya.
Baca Juga : Disambangi Cak Thoriq, Naini Akhirnya Batal Jual Ginjal Untuk Lunasi Hutangnya
Terlebih saat kondisi pandemi seperti saat ini, pemerintah kecamatan harus bisa menjaga wilayahnya agar penyebaran Covid - 19 bisa diminimalisir.
Karena status Kabupaten Trenggalek masuk zona kuning, artinya risiko penyebaran rendah. Semoga dalam waktu dekat bisa menjadi zona hijau, untuk memastikan aktivitas apapun bisa berjalan seperti dulu.
"Seperti contohnya saja sektor pendidikan, karena wilayah kecamatan memiliki risiko penyebarannya rendah diharap segera bisa menggelar pendidikan tatap muka," harapnya.