Jegal Persebaya Berlatih di Markas Lama, Dispora Pemkot Surabaya Buat Klub Fiktif | Jatim TIMES

Jegal Persebaya Berlatih di Markas Lama, Dispora Pemkot Surabaya Buat Klub Fiktif

Mar 19, 2021 19:26
Stadion Gelora 10 November (istimewa)
Stadion Gelora 10 November (istimewa)

SURABAYATIMES - Persebaya Surabaya bukan hanya dipersulit untuk berlatih di markas lamanya Stadion Gelora 10 November (G10N). Tapi juga diduga sengaja dibegal agar klub kebanggaan Arek-Arek Suroboyo ini tak bisa berlatih di sana dalam kurun waktu yang lama.

Manajemen Persebaya sendiri sudah mendapatkan surat balasan resmi dari Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Pemkot Surabaya. Yakni, dengan nomor 426/330/436.7.18/2021.

Baca Juga : KPK Kembali Periksa 4 Saski Dugaan Gartifikasi di Pemkot Batu

Isi surat tersebut menyatakan Persebaya tak boleh menggunakan lapangan di Stadion 10 November. Alasannya, lapangan saat ini sedang dalam masa perawatan hingga bulan Juni 2021 dan setelah perawatan selesai lapangan akan digunakan untuk klub sepak bola Akademi Sepak Bola Surabaya (ASS).

Menanggapi surat resmi dari Dispora Pemkot Surabaya, Sekretaris Persebaya Ram Surahman menyatakan Stadion G10N tidak semata lapangan. "Banyak lapangan di Surabaya. Tapi G10N ada nilai histioris dan prestasi yang terkait erat dengan perjalanan Persebaya," ujarnya Jum'at (19/3).

Bagi Persebaya berlatih di sana menurut dia sangat penting. Dengan berlatih di sana, berkorelasi dengan pembentukan mental dan identitas para pemain muda Persebaya sebagai Arek Suroboyo. 

"Apakah Persebaya ingin berlatih di sana? Jelas. Dengan tujuan seperti di atas. Tetapi, Persebaya tidak memaksakan diri. Dan tidak mau berpolemik," tegasnya.

Ram melanjutkan jika diperbolehkan pihaknya akan berlatih di sana dengan mengikuti ketentuan yang ada. 
Bila tidak bisa, Persebaya akan mencari tempat latihan lain. Karena Persebaya harus terus berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.

"Sebagai warga Surabaya, kami akan terus berusaha berkomunikasi dengan Pemkot untuk mencari solusi terbaik," imbuh pria yang juga mantan wartawan ini.

Sementara itu penelusuran media ini terkait klub sepak bola ASS tidak pernah ditemukan ada di Surabaya. Sehingga patut diduga Dispora Pemkot Surabaya melakukan rekayasa dan membuat nama klub fiktif.

Askot PSSI Surabaya merasa tak tahu menahu soal Akademi Sepak Bola Surabaya (ASS) dan dianggap tak tercatat. “Saya baru dengar. Kami tidak tahu dan tidak pernah diberitahu,” terang Mauritz Bernhard Pangkey, ketua Askot PSSI Surabaya. 

Baca Juga : Dorong Kemajuan Para Pelaku Seni dan Budaya di Kota Malang, Begini Upaya Disdikbud

Sebagai kepanjangantangan PSSI di Surabaya, sosok yang akrab dipanggil Champ, tak bisa berkomentar banyak. “Mau komentar apa. Kita kan gak diajak ngomong. Silakan saja, mereka yang punya uang,” ujarnya. 

Karena itu, menurut dia keberlangsungkan ASS nanti tidak bisa dikaitkan dengan PSSI. Misalnya ASS akan diterjunkan di kompetisi kelompok umur mewakili PSSI Surabaya. 

Dari sisi regulasi, PSSI sebetulnya sudah memberikan aturan yang jelas. Bahwa, setiap kegiatan sepak bola yang ada di suatu daerah, harus mendapatkan rekomendasi dari PSSI setempat. Untuk kasus ASS, kata Champ, sejauh ini belum ada komunikasi apapun dengan pihaknya. 

“Aturannya memang seperti itu. Berlaku nasional. Setiap event atau kegiatan sepak bola harus mendapat rekomendasi dari PSSI setempat. Di luar itu, silakan saja jalan. Tapi tidak ada kaitannya dengan PSSI,” imbuhnya.

Terpisah media ini sudah melakukan upaya konfirmasi ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemkot Surabaya. Media ini melakukan konfirmasi langsung ke kepala dinas M. Afghani. Namun, telpon serta pesan singkat yang terkirim tidak dia respon.

 

Topik
Persebaya Surabaya sepakbola Indonesia Pemkot Surabaya

Berita Lainnya