02/02/2023 Harga Cabai Mahal, Petani Tulungagung: Sebanding dengan Usaha Keras Kami | Jatim TIMES

Harga Cabai Mahal, Petani Tulungagung: Sebanding dengan Usaha Keras Kami

Mar 06, 2021 19:44
Petani sedang memanen cabai (Foto: dok. Google)
Petani sedang memanen cabai (Foto: dok. Google)

Pewarta: Muhamad Muhsin Sururi | Editor: Dede Nana

TULUNGAGUNGTIMES - Harga jual cabai beberapa pekan ini terbilang tinggi atau mahal. Hal ini terjadi diberbagai daerah. Tak terkecuali di Kabupaten Tulungagung.

Mahalnya cabai tersebut, sebenarnya berbanding lurus dengan usaha perawatan yang dilakukan oleh para petani di Tulungagung. Pasalnya, tingkat kesulitan, biaya dan waktu perawatan cabai di musim hujan 2 kali lebih sulit daripada di musim kemarau.

Baca Juga : Bupati Ipuk Fiestiandani Diminta Lakukan Evaluasi terhadap Kebijakan Bupati Sebelumnya

Islandri petani cabai asal Ngunut mengatakan, jika malam hari turun hujan wajib untuk mengeringankan genangan air dari lahan yang ditanami cabai. Karena, jika matahari terbit lahan masih tergenang, akar pohon cabai akan membusuk dan tanaman akan mati.

"Orang tahunya kan harga jual tinggi, tapi tidak tahu seberapa besar kesibukannya untuk merawat cabai," katanya, Sabtu (6/3/2021).

Dirinya juga menjelaskan, di musim seperti ini petani cabai harus menyiapkan 2 pompa air, karena pengeringan lahan wajib dilakukan dengan cepat. Selain itu manajemen panen juga harus menjadi perhatian tersendiri, karena jika salah, produktivitas buahnya juga berkurang.

"Kita seperti kejar-kejaran dengan waktu. Telat sedikit pengeringan lahan, tanaman langsung layu dan mati," jelasnya.

Walaupun 2 pompa air sudah dinyalakan, lanjutnya, kadang tidak mampu untuk menjadikan lahan kering dari genangan. Eksesnya, beberapa pohon cabai tidak bisa diselamatkan.

Diakui olehnya, cara bertani yang dilakukannya memang masih memakai sistem pertanian konvensional. Dengan gundukan tanah pada lahan pertanian tidak memakai mulsa atau cara-cara modern lainnya, sehingga wajar jika tanamanya rentan mati jika tidak dirawat secara ekstra.

Baca Juga : Yuk Intip Menu Baru dari Shokudo Restaurant Kontena Hotel, Nachos Makanan Khas Meksiko

Hal senada dikatakan oleh Mansur salah satu petani cabai asal Kalidawir. Di musim hujan seperti ini memang membutuhkan tenaga dan waktu ekstra untuk merawat cabai. Jika tidak, tanaman cabai akan rontok daunnya dan mati.

Di musim hujan saat ini, dirinya harus rela bangun pagi untuk melakukan cek kondisi lahan, untuk memastikan lahan cabainya tergenang atau tidak, dan harus melakukan pemupukan dalam takaran dan waktu yang tepat.

"Kalau dirawat dengan baik, tanaman cabai bisa berumur hingga 1 tahun dan produktivitasnya juga bagus," tutupnya.

Diketahui, harga cabai di pasaran saat ini mencapai Rp 100 ribu per kilogramnya. Harga itu dimungkinkan bisa naik lagi. Kenaikan harga cabai disebabkan karena intensitas hujan yang tinggi hingga banyak petani yang gagal penen. Pasokan cabai di pasar lokal pun menjadi berkurang.

Judul berita Harga Cabai Mahal, Petani Tulungagung: Sebanding dengan Usaha Keras Kami.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
petani cabai Harga Cabai

Berita Lainnya