KEDIRITIMES - Pasca-melakukan rapat evaluasi secara virtual kemarin, Jumat pagi (19/2/2021) Pemerintah Kota Kediri menerima kunjungan Bakorwil I Madiun. Tujuan kunjungan itu untuk memastikan pembatasan pelaksanaan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Kota Kediri secara langsung.
“Kami melakukan koordinasi dan monitoring langsung terhadap PPKM mikro diwilayah Bakorwil I Madiun. Salah satunya di Kota Kediri ini,” ungkap Samsul Hadi, kepala bidang pemerintahan Bakorwil I Madiun saat ditemui di Kantor Kecamatan Pesantren, Jumat (19/2).
Baca Juga : Rencana Rumdin Wabup Malang Terpilih Belum Pasti, Plh Bupati: Masih Cari Lokasi
Samsul mengatakan pihaknya ingin memastikan secara langsung bagaimana setiap daerah di wilayah kerja Bakorwil I Madiun dalam melaksanakan kebijakan PPKM mikro. “Ini penting ya karena pengendalian covid-19 harus dilakukan dengan maksimal sehingga ada tren penurunan kasus di setiap daerah,” imbuhnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait perpanjangan PPKM skala mikro ini, Sansul mengatakan bahwa masih akan dilakukan koordinasi lebih lanjut. “Tergantung pemerintah pusat karena juga terkait beberapa hal pendukung lain, termasuk anggaran,” ucapnya.
Meski demikian, Pemerintah Kota Kediri tetap akan memastikan kesiapan pelaksanaan PPKM skala mikro ini dengan maksimal. Seperti yang diungkapkan oleh Indun Munawaroh, plt kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, bahwa sejauh ini pelaksanaan PPKM skala mikro terpantau lancar.
“Sinergitas antara tiga pilar terus dibangun dan kami selalu bekerja sama untuk menurunkan kasus aktif covid-19 di Kota Kediri dan meningkatkan angka kesembuhan,” ungkapnya kepada media, Jumat, (19/2).
Benar saja, emenjak kurang lebih seminggu pelaksanaan PPKM skala mikro ini, dari 46 zona kuning di Kota Kediri, sudah menurun menjadi 38 zona kuning.
Hal tersebut didukung oleh Widiantoro, camat Pesantren Kota Kediri. Ia menambahkan bahwa sejauh ini pengendalian dan penindakan dalam rangka PPKM skala mikro ini terus dilakukan oleh petugas.
Baca Juga : Wali Kota Kediri Ikhtiar Tekan Kasus Aktif Covid Jadi di Bawah 1%
“Tiga pilar (lurah, babinsa, dan bhabinkamtibmas) rutin melakukan patrol ke wilayah-wilayah yang berpotensi kerumunan, selanjutnya hal itu langsung dilaporkan melalui aplikasi Sigap. Jadi, monitoring bisa dilakukan secara berkala,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa akan terus melakukan koordinasi dengan petugas terkait, terutama TNI dan Polri, guna memaksimalkan pelaksanaan PPKM skala mikro di Kota Kediri, dengan harapan angka kasus covid-19 dapat terus ditekan.