INDONESIATIMES - Permadi Arya alias Abu Janda mencium tangan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto saat melakukan proses tabayyun di kediaman Sunanto di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (6/2/2021) siang.
Proses tabayyun tersebut pun diunggah pada akun YouTube bernama Oky Anggriawan pada hari Sabtu (6/2/2021) sekitar pukul 21.30 WIB berdurasi 4.35 menit. Pada kolom caption pun dituliskan bahwa dalam pertemuan tersebut Abu Janda menyampaikan permohonan maaf kepada Pemuda Muhammadiyah dan Tokoh Muhammadiyah.
Baca Juga : Sambut Imlek, Begini Keindahan Batik Shio Buatan Perajin Kota Malang
"Dia pun mengaku kedatangannya menemui pria yang akrab disapa Cak Nanto untuk bertabayyun dan meluruskan ucapannya yang diduga menyudutkan umat Islam," tulisnya dalam caption YouTube.
Pada awal pembukaan video, Abu Janda berterima kasih kepada Cak Nanto yang telah menerima kehadirannya di rumah Cak Nanto dan memberikan kesempatan untuk bertabayyun. Abu Janda menambahkan bahwa dirinya membuat video tabayyun tersebut atas izin dari Cak Nanto.
Kemudian, Abu Janda langsung menyatakan permintaan maafnya sambil mengayunkan tangannya ke kepala seolah-olah dengan keseriusan hati yang paling dalam meminta maaf kepada seluruh kyai dan ulama, yang pada video ini khusus ditujukan kepada Kyai Muhammadiyah.
Abu Janda pun kemudian menjelaskan bahwa terkait pernyataannya mengenai "Islam pendatang dari Arab" muncul ketika berdialog di kolom komentar saling bersahutan dengan Ustadz Tengku Dzulkarnaen melalui laman Twitter, bukan pernyataannya secara mandiri. Pernyataan tersebut pun ditujukan kepada Ustadz Tengku Dzulkarnaen bukan untuk semua orang.
"Yang saya maksud itu adalah Islam Wahhabi. Makanya saya tulis Islam pendatang dari Arab, maksudnya Islam yang belakangan datang dari Arab yaitu aliran Wahhabi. Bukan menggeneralisasi seluruh Islam," ucapnya.
Lalu Abu Janda menyebut beberapa Tokoh Muhammadiyah dan menyatakan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang telah ia perbuat terkait pernyataan "Islam pendatang dari Arab".
"Jadi, untuk seluruh Kyai Muhammadiyah, untuk Kyai Haedar Nasir, untuk Kyai Anwar Abbas, untuk Kyai Abdul Muti dan seluruh keluarga besar Muhammadiyah yang saya cintai, nuwun sewu ngapunten nggeh. Mohon maaf atas kesalahpahaman ini," kata pria yang kerap kali mengundang kontroversi atas pernyataan-pernyataannya.
Sementara itu, usai Abu Janda menjelaskan terkait maksud pernyataannya yang muncul saat berdialog di twitter dengan Ustadz Tengku Dzulkarnaen, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto mengatakan bahwa dirinya sedang kedatangan saudara dan sahabatnya yakni Permadi Arya yang diterima secara ala kadarnya sebagai sesama Muslim.
"Tentunya penjelasan, permohonan maaf itu tentu menjadi bagian dari kewajiban sesama Muslim untuk memaafkan penjelasan itu tadi. Tapi karena ini sudah masuk ke ranah hukum (kepolisian, red) saya kira biar kepolisian, hukum tetap berjalan dan semoga berdasarkan fakta dengan kejujuran dan keadilan yang akan diputuskan," ujarnya.
Pria yang lebih akrab disapa Cak Nanto ini memastikan bahwa Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah tidak akan ikut campur terlalu jauh pada proses hukum di kepolisian yang telah berjalan. "Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah tidak ikut campur terlalu jauh pada proses hukum itu tapi hanya meminta rasa keadilan dan proses yang transparan," tuturnya.
Baca Juga : Ternyata di Makkah Juga Ada Tempat Pesugihan, Bila Mengambil Air Bisa Jadi Kaya?
Nantinya, dikatakan Cak Nanto bahwa Permadi Arya dapat memberikan penjelasan apa yang dimaksud. Apakah ada niat yang jahat, apakah ada upaya yang memang mau mendiskreditkan agama kita. "Tentunya itu akan menjadi posisi yang selama ini menjadi catatan perjalanan bangsa," terangnya.
Cak Nanto pun menyatakan bahwa dalam kondisi saat ini tidak dapat lagi berbicara sekat-sekat keagamaan yang ada di Bangsa Indonesia. Cak Nanto pun lebih mengajak kepada semua pihak untuk menjalani keagamaan masing-masing.
"Maka saya sampaikan ke abang saya, Bang Permadi bahwa mari kita selalu memberikan pencerahan dan kedamaian untuk menunjukkan Islam Rahamatan Lil Alamin. Jadi saya cuma memberikan saran," katanya.
Lebih lanjut Cak Nanto berharap semoga seluruh ummat muslim dapat meningkatkan dan melahirkan Islam yang sejuk serta mampu memberikan ketenangan dan kebahagiaan bagi sesama umat Nabi Muhammad Shollahu 'alaihi wasallam.
"Saya kira kader-kader Pemuda Muhammadiyah secara pribadi pasti permohonan maaf sebagai kawan Muslim, tentu akan menjadi kewajiban kita bersama. Biarkan hukum berjalan, kita ikuti dan semoga hukum tetap pada jalurnya untuk meningkatkan kebenaran," tandasnya.
Sementara itu, ada beberapa hal yang sangat disayangkan yakni saat proses tabayyun, Permadi Arya alias Abu Janda dengan Cak Nanto tidak menerapkan protokol kesehatan. Tampak jelas sosok Cak Nanto dalam video tersebut tidak mengenakan masker. Sedangkan Abu Janda mengenakan masker namun tidak tepat yakni ditempatkan dibawah dagu.
Selain itu juga tidak terdapat jaga jarak antar keduabelah pihak dan Abu Janda dalam akhir video melakukan jabat tangan dengan mencium tangan Cak Nanto dan diusapkan di jidat dan hidung.
Beberapa hal tersebut sangat disayangkan ketika masyarakat diimbau untuk menerapkan protokol kesehatan dan sebagian besar wilayah di Indonesia saat ini sedang menjalani proses PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) untuk menekan angka persebaran Covid-19 di Indonesia.