free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Buntut Pemutusan Kontrak Sepihak, Pekerja Outsourcing di Kota Blitar Demo Kantor DLH

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Moch. R. Abdul Fatah

12 - Jan - 2021, 00:25

Loading Placeholder
Pekerja outsourching yang diputus kontrak unjuk rasa di kantor DLH Kota Blitar

Sekitar 30 pekerja outsourcing yang terdiri dari  tenaga kebersihan dan cleaning service Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, Senin (11/1/2021). Aksi demo digelar pasca tidak diperpanjangnya kontrak kerja mereka tanpa alasan yang jelas.

Koordinator Aksi, Ani Rusminah mengungkapkan, dalam demo kali ini puluhan pekerja outsourching mewakili 161 pekerja outsourcing lainya yang mengalami nasib serupa. Menurut dia, kontrak kerja mereka berakhir pada 31 Desember 2020. Namun sebelumnya mereka telah mendapatkan pemberitahuan dari PT yang merekrut agar memperbarui kontrak dengan menyerahkan surat lamaran. 

Baca Juga : Kabupaten Blitar Berlakukan PPKM, Lokasi Wisata Kembali Tutup

Harapan para pekerja outsourching pupus setelah pada 9 Januari 2021 ternyata sudah ada pengumuman online soal daftar nama tenaga outsourcing yang dinyatakan diterima di DLH berjumlah 310 orang.  Yang mengejutkan, dari 310 orang ini tidak ada 161 tenaga lama dalam daftar pekerja outsourching yang diterima. 

“Di tahun 2020 kemarin ada 290. Nah, di tahun 2021 ini kami ihat secara online pada tanggal 9 Januari 2021 ada 310. Ironisnya, tenaga yang tidak diperpanjang kontrak ada 100 lebih tapi jumlah tenaga yang ada saat ini malah 310. Dan disitu alamatnya banyak yang palsu. Kedatangan kami kesini hanya ingin meminta klarifikasi kenapa kontrak kami diputus dan tidak diperpanjang,” ucap Rusminah. 

 Sebelumnya sempat santer tersiar kabar pemutusan kontrak tenaga outsourcing ini erat kaitanya dengan agenda Pilkada 2020 lalu. Dimana para pekerja outsourcing dianggap berpihak kepada salah satu calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar Henry Pradipta Anwar dan Yasin Hermanto yang menjadi lawan petahana Santoso dan Tjujuk Sunario. 

Saat ditanya awak media terkait rumor tersebut Rusminah tidak membantahnya. Menurutnya sekitar 60 persen pekerja outsourcing yang menyatakan dukungan kepada Henry-Yasin. Hal ini dilakukan sebagai bentuk balas budi karena mereka kebanyakan direkrut saat Wali Kota Blitar diabat oleh Samanhudi Anwar yang tak lain adalah ayah dari Henry Pradipta Anwar. 

“Kami tidak menjelek-jelekkan sana sini, tapi faktanya jelas sejak jaman wali kota dan wakil wali kota sebelumnya tidak ada kejadian seperti ini. Kalau alasanya adalah kami dinilai gagal menjalankan tugas, saya tahu sendiri teman-teman pekerja kebersihan ini punya peran sehingga Kota Blitar bisa dapat empat kali piala Adipura," tegasnya.

Baca Juga : Hari Jadi ke-48, PDIP Kabupaten Blitar Bagikan 148 Tumpeng Untuk Masyarakat

Di hari yang sama pihak DLH sendiri dijadwalkan melaksanakan rapat kerja bersama Komisi III DPRD Kota Blitar. Namun rapat kerja yang sudah diagendakan tersebut dibatalkan karena banyak anggota Komisi III yang berhalangan hadir. 

“Agenda hari ini adalah rapat kerja. Namun batal karena banyak anggota yang berhalangan hadir," jelas Sekretaris Komisi 3 DPRD Kota Blitar, Johan Marihot. 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Moch. R. Abdul Fatah

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---