Menjelang pengujung tahun 2020, beberapa sektor pajak daerah yang dikelola Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang terpantau sudah banyak yang mengalami surplus. Salah satunya adalah sektor pajak reklame.
Merujuk pada data terbaru yang dihimpun Bapenda Kabupaten Malang, hingga akhir bulan November 2020 lalu, pajak daerah disektor reklame sudah menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) mencapai Rp 3.790.973.896 .
Baca Juga : Gedung Sekolah Baru Hingga Layanan Kesehatan, ini Konsentrasi Komisi D DPRD Sepanjang 2021
”Hingga bulan kemarin (November 2020) pajak reklame sudah surplus sekitar 15 persen dari target yang sudah ditentukan,” ungkap Plt (Pelaksana tugas) Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara.
Jika dinominalkan, lanjut Made, surplusnya pajak reklame ini mencapai Rp 490.973.896 . Sebab, target pajak reklame tahun 2020 hanya dipatok Rp 3,3 miliar. ”Jika melihat waktu yang tersisa, kemungkinan surplusnya pajak reklame masih bisa lebih dari 15 persen,” ungkapnya.
Alasannya, lanjut Made, jika mengacu pada data disepanjang bulan November 2020 lalu, pajak reklame mampu mendulang pendapatan hingga Rp 543.615.789 . ”Berdasarkan perhitungan kami (Bapenda), dimungkinkan pajak reklame tahun ini bakal memperoleh penghasilan sekitar Rp 4 miliar,” ujarnya.
Sekedar informasi, surplusnya pajak reklame ini sudah terjadi sejak kurun waktu beberapa tahun lalu. Di tahun 2019 misalnya, dari target yang dipatok Rp 3,9 miliar hingga akhir tahun 2019 Bapenda Kabupaten Malang mampu merealisasi pendapatan pajak reklame hingga Rp 4.094.442.471 .
Baca Juga : Hari Pertama Dinas, Sanusi Hadiri Sidak ke Beberapa Perangkat Daerah
”Tahun lalu (pajak reklame) surplus sekitar 5 persen, harapan kami tahun ini pendapatan pajak reklame mampu tembus sekitar Rp 4 miliar seperti tahun 2019,” tukasnya.