Jajaran Satreskrim Polres Malang bersama petugas medis saat melakukan evakuasi terhadap mayat AD (13) di sebuah Ladang Singkong, Desa Sukowilangun, Kalipare, Senin (30/11/2020). (Foto: Istimewa) 
Jajaran Satreskrim Polres Malang bersama petugas medis saat melakukan evakuasi terhadap mayat AD (13) di sebuah Ladang Singkong, Desa Sukowilangun, Kalipare, Senin (30/11/2020). (Foto: Istimewa) 

Warga Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, dibuat gempar dengan kabar ditemukannya mayat remaja di ladang singkong, Senin (30/11/2020).  

Mayat seorang remaja yang diketahui berinisal AD (13) itu ditemukan dalam keadaan tengkurap dan dalam tertutup oleh daun singkong. Kondisinya cukup memprihantikan, sudah membusuk. 

Penemuan amayat itu pun kini telah ditangani aparat kepolisian. Sejumlah piahak telah diminati keterangan untuk menguak peristiwa yang terjadi. 

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengungkapkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi dan ada kemungkinan dapat bertambah. 

"Sejauh ini ada 7 orang saksi yang kita periksa, termasuk keluarga korban. Kemungkinan pemeriksaan saksi ini masih akan bertambah lagi agar bisa menarik kesimpulan penyebab dari meninggalnya korban," ungkapnya saat dikonfirmasi melalui saluran telepon oleh pewarta, Senin (30/11/2020). 

Tiksnarto pun menjelaskan awal mula kronologi penemuan mayat anak laki-laki berinisial AD (13) yang ditemukan awal oleh orang pencari rumput. 

"Korban ditemukan pertama kali oleh saksi mata di ladang singkong sekitar pukul 09.00 WIB. Posisinya tertelungkup dan di tutupi daun singkong," ujarnya. 

Mantan Kasat Resrim Polres Gresik ini juga mengatakan bahwa pihaknya hingga sampai saat ini masih belum dapat menentukan motif meninggalnya anak laki-laki berinisial AD (13) tersebut. Karena kondisi mayat yang busuk, harus dilakukan autopsi terhadap mayat tersebut. 

"Jenazah korban sudah kita autopsi ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar, red) Kota Malang untuk mengetahui sebab-sebab kematian korban," terangnya. 

Untuk memastikan motif meninggalnya anak laki-laki berinisial AD (13) tersebut, Tiksnarto menyebut bahwa pihaknya masih menunggu hasil dari autopsi yang dilakukan oleh petugas medis RSSA Kota Malang. 

Sebagai informasi, bahwa sosok anak laki-laki berinisial AD (13) yang meninggal secara misterius ini merupakan anak laki-laki yang sebelumnya dikabarkan menghilang sejak hari Jumat (27/11/2020). Dan ditemukan sudah tidak bernyawa di sebuah Ladang Singkong pada hari Senin (30/11/2020). 

Sementara itu, Paman anak laki-laki berinisial AD (13) yang bernama Wakilan menjelaskan bahwa pada hari Kamis (26/11/2020) malam korban berpamitan untuk pergi ke warung kopi di sekitaran Pasar Peteng. 

"Dia pamitan ngopi sekitar jam 10an malam, pakai celana jeans dan jaket warna hitam. Saya dengar juga dari beberapa orang yang ada di lokasi, dia ngopi bersama dua temannya," jelasnya. 

Wakilan pun mendapatkan informasi pertama kali jika anak-anak laki berinisial AD (13) yang merupakan keponakannya dari dua orang perempuan yang sedang mencari rumput di sekitar Ladang Singkong. 

"Saya sempat ada rasa curiga, ketika tetangganya saat diberitahu orang yang lagi ngarit (mencari ruput, red disekitar situ teriak-teriak ada orang mati ditutup daun singkong," ungkapnya. 

Dari teriakan tersebut, Wakilan pun langsung menuju ke lokasi yang kebetulan juga tidak terlalu jauh dengan rumah Wakilan dan warung kopi terakhir saat AD (13) berpamitan untuk ngopi. 

"Saya langsung mengecek kesana yang tidak jauh dari rumah saya dan warung kopi terakhir dia pamitan. Ternyata benar itu ponakan saya yang sudah beberapa hari ini hilang," ujarnya. 

Wakilan juga sempat menceritakan kegiatan sehari-hari AD (13) yang ternyata telah putus sekolah sejak kelas 6 SD (sekolah dasar) dan sekarang tidak mengenyam bangku pendidikan lagi. 

"Dia ini sudah putus sekolah sejak SD dan tidak mau bekerja. Kesehariannya cuman sering nongkrong di malam hari untuk mencari Wifi gratis," pungkasnya.