Penggerak Gusdurian Kanjuruhan Malang Erik Priyanto (Foto : Erik Priyanto for MalangTIMES)
Penggerak Gusdurian Kanjuruhan Malang Erik Priyanto (Foto : Erik Priyanto for MalangTIMES)

Gusdurian Kanjuruhan Malang menegaskan tidak mendukung salah satu paslon (pasangan calon) bupati dan wakil bupati dalam Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kabupaten Malang 2020.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh penggerak Gusdurian Kanjuruhan Malang Erik Priyanto,  Minggu (22/11/2020). ”Gusdurian itu dipimpin oleh Mbak Alissa Wahid yang notabene memang kita tidak diperbolehkan untuk berpolitik praktis atau mendukung salah satu calon atas nama Gusdurian,” tegasnya.

Baca Juga : Dukungan Alumni Santri Ponpes Besar di Jatim Mengalir ke Paslon LaDub

Lantas bagaimana jika ada yang mengaku Gusdurian dan turut berpolitik praktis? Erik menjelaskan, secara personal siapa pun memang diperkenankan untuk berpolitik. Namun yang pasti, yang bersangkutan tidak boleh memgatasnamakan Gusdurian.

”Kalau ada yang mengaku Gusdurian terus menggunakan nama Gusdurian untuk politik praktis, saya kira dia bukan Gusdurian. Itu yang tegas di situ,” ucap Erik.

Meski demikian, dalam kondisi saat ini, terutama saat momen pilkada, ada saja  orang yang mengaku dirinya sebagai Gusdurian dan terlibat dalam politik praktis.

Terkait hal itu, Erik dengan tegas membantah dan menganggap yang bersangkutan hanya mengidolakan sosok KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, namun bukanlah Gusdurian.

”Biasanya gini, di setiap kota dan kabupaten hampir dipastikan ada Gusdurian. Jadi, kalau ada yang berpolitik praktis dan mengaku dirinya Gusdurian, saya yakin dia bukan Gusdurian. Tapi dia hanya ngefans sama Gus Dur dan bukanlah Gusdurian,” tandasnya.

Meski menegaskan diri tidak terlibat dalam politik praktis, Gusdurian punya segudang kegiatan dan kreativitas. Salah satunya di bidang sosial. ”Kalau Gusdurian itu di pergerakan sosial saja. Kami juga ada jaringan Gusdurian Peduli yang memang bergerak di sisi sosial. Misalnya membantu evakuasi bencana alam. Itu  kami bergerak di situ,” terangnya.

Baca Juga : Ikuti Instruksi Presiden, Paslon SanDi Bakal Optimalkan APBD untuk Pembangunan Ekonomi

Menurut Erik, Gusdurian Peduli tersebut telah memiliki badan hukum. Dalam kelembagaan, Gusdurian Peduli berada di bawah payung Gusdurian.

”Jadi, kami harokahnya sudah jelas, kalau Gusdurian itu memang secara tegas tidak diperbolehkan ikut politik praktis. Baik itu pemilihan presiden, pemilu, pilkada, dan lain sebagainya,” ujar Erik.