Penampakan situs petirtaan era Majapahit di sendang Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Penampakan situs petirtaan era Majapahit di sendang Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Situs petirtaan suci di Kabupaten Jombang akan kembali diekskavasi. Kegiatan penggalian yang direncanakan sepekan penuh itu, ditargetkan akan mengungkap seluruh bentuk lantai dasar bangunan petirtaan.

"Jadi benar, ekskavasi akan dilaksanakan mulai hari Minggu (22/11) depan sampai Minggu (29/11) selanjutnya, jadi kita laksanakan seminggu penuh nanti," kata Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Wicaksono Dwi Nugroho, Sabtu (21/11).

 

Baca Juga : Wali Kota Sebut Mustahil Robohkan Bangunan Kampus dan Hotel Tak Ber-IMB

Situs purbakala yang berada di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang itu sebelumnya sudah dilakukan ekskavasi oleh BPCB Jatim pada 8-18 September 2019. Bangunan purbakala itu berbentuk petirtaan dengan dinding keliling persegi panjang seluas 20x17 meter persegi.

Di bagian tengah petirtaan terdapat bangunan utama berbentuk melingkar dengan ukuran 3,8 meter. Bangunan petirtaan ini tersusun dari bahan bata merah kunu berukuran masing-masing 38x23x9 sentimeter.

Struktur purbakala itu juga memiliki saluran air masuk ke bangunan utama berupa kanal air kunu di sisi barat. Dan juga, ditemukan sejumlah Jaladwara atau pancuran air, serta ditemukan patung pancuran garuda yang menempel di struktur dinding.

Disebutkan Wicaksono, ekskavasi besok akan difokuskan untuk menampakkan dasar lantai dari petirtaan suci Sumberbeji. Di ekskavasi sebelumnya, tim arkeolog baru berhasil menemukan lantai dasar petirtaan pada kedalaman 2 meter dari struktur bangunan teratas situs. Lantai petirtaan berupa tatanan bata kuno.

 

Baca Juga : Wali Kota Malang Sutiaji Sebut 95 Persen Bangunan di Kampus Belum Memiliki IMB

"Jadi targetnya nanti dasar kolam seluruhnya dapat dilihat, seluruh endapannya diangkat," ujarnya.

Untuk kegiatan ekskavasi sepekan itu, BPCB Jatim mendapatkan suntikan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 100 juta. Karena hanya berlangsung seminggu, penggalian kali ini akan melibatkan banyak tenaga.

"Ya otomatis itu, jadi kalau biasanya cukup 10 orang, untuk kegiatan itu paling tidak nanti akan ada 20-25 orang yang bekerja," ungkapnya.

Situs petirtaan suci Sumberbeji ini sebelumnya ditemukan warga di dalam embung Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang pada 23 Juni 2019. Embung tersebut sudah sejak lama menjadi sumber air warga desa setempat untuk mengairi sawah.(*)