Kondisi plafon Gedung Kesenian mBatuaji yang rusak. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kondisi plafon Gedung Kesenian mBatuaji yang rusak. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Gedung Kesenian mBatuaji yang terletak di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu kondisinya memang sangat memprihatinkan. Meski demikian, tidak mengurungkan niat para pegiat seni untuk menggunakan gedung sebagai sarana latihan.

Padahal, rehabilitasi gedung kesenian rencananya bisa dilaksanakan di tahun 2020. Namun karena pandemi Covid-19, terpaksa rehabilitasinya harus diundur di tahun 2021 mendatang.

Baca Juga : Eko Hariyono Resmi Gantikan Sugirah di Dewan Kabupaten Banyuwangi

Tetapi Pemkot Batu melalui Dinas Pariwisata rupanya ingin berusaha agar para penggiat seni tetap terfasilitasi. Meskipun sudah tidak ada anggaran di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) pihaknya berencana untuk menggelar kerja bakti untuk sementara memperbaiki kerusakan pada Gedung Kesenian mBatuaji. 

“Di akhir tahun 2020 ini tidak ada proyek ataupun anggaran perbaikan Gedung Kesenian. Karena itu kita berinisiatif memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR),” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq. 

Rencananya langkah awal yang akan dilakukan itu dengan melakukan perbaikan untuk kios-kios yang berada tepat di depan Gedung Kesenian. Totalnya ada 7 kios, sebelumnya kios berfungsi sebagai tempat untuk menjajakan barang-barang seni hasil kreativitas seniman Kota Batu.

Kios tersebut mengalami kerusakan cukup parah lantaran sempat mengalami kebakaran sekitar lima tahun yang lalu. Kerusakan terparah pada bagian atap kios.

Baru setelah itu tahun 2021 melakukan perbaikan pada bangunan Gedung Kesenian. “Sementara kita lakukan perbaikan di kiosnya dulu, supaya para seniman bisa kembali berjualan di sini (Gedung Kesenian),” tambahnya.

Baca Juga : Bangkitkan UMKM Melalui Pameran Glerrr UMKM 2020

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Batu, Susetya Herawan menambahkan, rehabilitas Gedung Kesenian mBatuaji sudah masuk dalam 10 program prioritas pembangunan di tahun 2021 mendatang.

”Harusnya memang tahun 2020, tapi karena pandemi Covid-19 jadi ditunda,” ungkapnya.