Ratusan Pelayat saat mengantarkan jenazah almarhum ke makam, Rabu (18/11/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Ratusan Pelayat saat mengantarkan jenazah almarhum ke makam, Rabu (18/11/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

Kepergian Ketua Tim Sukses Pasangan Calon (paslon) Sanusi-Didik Gatot Subroto, Hari Sasongko menyisakan duka yang mendalam. Banyak kenangan yang ditinggalkan politikus senior PDIP yang meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RS. Moewardi Surakarta, Rabu (18/11/2020) sekitar pukul 12.00 WIB. 

Saat menjalani perawatan, anggota DPRD Kabupaten Malang itu juga tetap memberikan semangat kepada Tim Pemenangan Paslon Sandi untuk terus bekerja. Pesan itu sebagaimana yang disampaikan kepada Calon Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto.

Baca Juga : Kritis Selama Lima Hari, Ketua Tim Pemenangan SanDi Meninggal Dunia

Ditemui usai menghantarkan jenazah almarhum ke pemakaman, Didik mengatakan bahwa pesan yang disampaikan Hari Sasongko kepadanya dan tim pemenangan paslon SanDi untuk terus bekerja. "Bekerja, gotong royong, semangat, jangan bergantung orang lain, bekerja untuk diri sendiri. Itu yang dipesankan. Arif bijaksana itu yang dipesankan oleh beliau," ungkapnya kepada MalangTimes dengan mata sembab usai mengantarkan almarhum Hari Sasongko ke peristirahatan terakhir, Rabu (18/11/2020). 

Didik yang juga menjabat Ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PDI Perjuangan Kabupaten Malang menggambarkan sosok Hari Sasongko sebagai pribadi yang sederhana, tidak banyak bicara tapi, banyak bekerja. 

"Pak Hari Sasongko itu orangnya sangat sederhana, familier, tidak banyak bicara, bisa mengayomi, tut wuri handayaninya cukup bagus. Ini sebenarnya kami dari DPC merasa kehilangan sosok kepemimpinannya beliau," ucapnya. 

Pria yang merupakan mantan Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang dari fraksi PDI Perjuangan ini juga mengatakan bahwa sosok Hari Sasongko merupakan kader terbaik di antara yang lainnya. 

"Bisa menjadi orang tua, mengayomi di saat ada problematika maka beliau pasti memberikan solusi-solusi yang sejuk yang tidak melukai banyak pihak. Itu yang ada di konsep-konsep beliau," terangnya. 

Selain bisa menjadi sosok orang tua, dikatakan Didik bahwa sosok Hari Sasongko juga bisa menjadi sahabat, teman, bapak, kakak dan lain sebagainya. "Dia ada semuanya. Ini menurut saya yang tidak dimiliki yang lain. Maka inilah yang menurut saya penting, kita banyak belajar dari beliau, yang tentunya ini ajaran-ajaran yang beliau lakukan kepada kita," tuturnya. 

Hal itu juga dikatakan Didik merupakan bentuk semangat untuk kader-kader dari PDI Perjuangan untuk melakukan reproduksi kader-kader baru agar lebih baik lagi ke depan dengan saran-saran dan arahan dari sosok almarhum Hari Sasongko. 

Sebagai informasi bahwa Hari Sasongko terlibat kecelakaan di ruas tol Ngawi-Solo bersama dua rekan sesama anggota DPRD Kabupaten Malang dari PDI Perjuangan yakni Amari dan Hariyanto dalam rangka kunjungan kerja menuju Yogyakarta pada hari Jumat (13/11/2020). 
Hari Sasongko dan Amari dirawat intensif di Rumah Sakit Moewardi Surakarta. Untuk Hariyanto meninggal dunia di TKP (Tempat Kejadian Perkara). 

Selama lima hari menjalani perawatan intensif di RS. Moewardi Surakarta, akhirnya Hari Sasongko meninggal dunia pada hari Rabu (18/11/2020) sekitar pukul 12.00 WIB. Jenazah akhirnya dipulangkan ke rumah duka melalui jalur darat dan sampai sekitar pukul 19.00 WIB. 

Setelah sampai, jenazah disambut isak tangis dari keluarga, sahabat, dan rekan politisi lain, serta masyarakat Kabupaten Malang dari berbagai elemen yang telah menunggu kedatangan jenazah almarhum Hari Sasongko. 

Jenazah pun langsung disalatkan di rumah duka dan di Masjid Al-Ikhlas Tambakasri, Kecamatan Tajinan dan sekitar pukul 19.45 WIB ratusan pelayat mengantarkan jenazah almarhum ke peristirahatan terakhir dengan lantunan tahlil.