Kementerian Ketenagakerjaan RI mulai mempersiapkan SDM untuk kebutuhan dunia kerja pasca pandemi covid-19. Yaitu melalui program pemagangan dan pelatihan vokasi. Jepang adalah satu-satunya negara yang jadi sasaran Kemenaker RI pada program tersebut.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah pada acara Sosialisasi Program Pemagangan Dalam dan Luar Negeri dan Sosialisasi Pelatihan Vokasi di Jombang, Minggu (8/11). Ia mengatakan, pandemi Covid-19 telah membawa dampak pada perekonomian yang akhirnya berimbas pada sektor ketenagakerjaan di negeri ini.
Baca Juga : Pengangguran Terbuka Kabupaten Malang Meningkat 1,79 Persen
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), kata Ida, tingkat pengangguran terbuka pada bulan Agustus mencapai 7,07 persen. Dengan jumlah pengangguran terbuka mencapai 8,98 juta orang. Selanjutnya, terdapat 29,12 juta orang usia kerja terdampak covid-19.
"Oleh karena itu, perlu tindakan untuk menanggulangi dampak dari pandemi ini. Salah satunya adalah dengan mempersiapkan SDM kita sebaik mungkin, meningkatkan kompetensinya, melalui pelatihan vokasi dan pemagangan. Agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja pasca pandemi," terangnya di salah satu hotel di Jalan Urip Sumoharjo, Jombang.
Dijelaskan Ida, untuk program pelatihan vokasi dirinya sudah menyiapkan sejumlah skema. Seperti, pelatihan yang bersifat teknis, manajerial, peningkatan produktivitas maupun kewirausahaan.
"Pelatihan dapat dilakukan baik secara online, offline maupun blended. Pelatihan vokasi diselenggarakan di balai latihan kerja, lembaga pelatihan kerja, maupun melalui magang di perusahaan baik di dalam maupun di luar negeri," ujarnya.
Sedangkan pada program pemagangan, pihak Pemerintah Indonesia telah bekerjasama dengan Pemerintah Jepang. Disampaikan Ida, program pemagangan berdurasi 3 tahun dan dapat diperpanjang hingga 5 tahun.
Baca Juga : DPRD Jatim Berharap Gubernur tak Pelit Berikan Anggaran Pertanian
Menaker mengaku, pengiriman peserta magang sudah mulai dilakukan sejak bulan November ini. Sedikitnya sudah ada 53 peserta magang yang telah diberangkatkan.
"Pemagangan luar negeri sudah dibuka. Memang beberapa waktu lalu sementara waktu tidak menempatkan teman-teman kita ke pemagangan. Tetapi sekarang sudah kita buka kembali. Jepang sudah membuka kembali (kesempatan magang, red), maka kemarin sudah kirim teman-teman kita ke Jepang," pungkasnya.(*)