Meski sudah tidak banyak lagi, seni selawat Genjring di Kabupaten Tulungagung masih bertahan. Salah satu yang masih bisa dinikmati di antaranya adalah grup selawat Genjring Roudlotul Murtadho pimpinan Supangi dari Desa Banjarejo, Kecamatan Rejotangan.
"Genjring ini seni selawat dengan musik yang menampilkan tarian kembangan pencak silat," ujar kepala Desa Banjarejo, Zainuddin, Selasa (03/11/2020) malam.
Baca Juga : 6 Film Indonesia dan Korea Tayang November 2020 di Netflix, Catat Tanggalnya
Lagu yang dibawakan dalam Genjring ini selain selawat, Albarzanji juga lagu-lagu tradisional berbahasa jawa. Kemudian, musik yang mengiringi berupa terbang atau alat musik hadrah (genjring) dengan dipadu beduk serta gamelan.
"Kesenian ini berdiri pada tahun 1996, atau usianya kini sudah 24 tahun," ungkapnya.
Untuk menghadirkan kesenian ini syaratnya sangat mudah. Menurut Zainuddin, pihak yang punya hajat cukup menyiapkan uang kas seikhlasnya dan menyiapkan makanan.

"Jadi hanya ngisi kas seikhlasnya, tetapi biasanya disiapkan makanan serta berkatan (kenduri)," jelasnya.
Tidak wajib diberikan panggung atau soundsystem besar. Kesenian genjring ini cukup ditampilkan didalam ruangan atau hanya di teras rumah pemilik hajat.
Baca Juga : Lestarikan Permainan Tradisional, Pokdarwis Semawot Gelar Lomba Balap Gapyak Panjang
Jika dahulu Genjring ini biasa tampil dari sore hingga pagi, kini biasanya dimulai jam 21.00 hingga jam 00.00 WIB.
Anggota Kesenian Genjring Raudlatul Murtadho Banjarejo ini terdiri dari 30 personel dan rata-rata berusia di atas 50 tahun.