Pada era kenormalan baru ini, masih banyak masyarakat yang belum menyadari ancaman tertular virus Covid-19 masih ada. Terbukti, hal ini disebabkan mereka abai menerapkan protokol kesehatan. Ditambah, kesadaran untuk memperkuat diri dengan meningkatkan daya tahan tubuh atau imun juga masih rendah.
Hal itu membuat Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi Partai Nasdem Choirudin Mustofa, mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan imunitas tubuh di tengah pandemi Covid-19.
Baca Juga : Pasca-Pengumuman CPNS, Masih Ada Jabatan Kosong, Apa Penyebabnya?
Tofa sapaan akrab anggota DPRD Komisi A ini menyebut, meningkatkan imunitas tubuh dapat dilakukan dengan menjaga pola makan yang sehat dan ditunjang dengan aktivitas olahraga .
"Aktivitas olahraga bisa dengan bersepeda yang saat ini tengah digemari oleh masyarakat," katanya saat ditemui wartawan ini di acara Gowes Bareng Mas Tofa di Kelurahan Banaran Kota Kediri, Minggu (1/11/2020) bersama warga se-Kecamatan Pesantren.
Lebih lanjut, Tofa juga mengingatkan kepada masyarakat agar senantiasa menggunakan masker saat bepergian keluar rumah untuk menghindari droppled yang menjadi pemicu penularan. Selain itu pemberlakuan jaga jarak hingga mencuci tangan dengan sabun juga harus diterapkan oleh masyarakat.
"Protokol kesehatan harus benar-benar bisa dipahami oleh masyarakat. Saya tahu kita sudah bosan dengan keberadaan Covid-19 ini. Karena ini memang membawa dampak besar terhadap kondisi perekonomian. Namun dalam hal ini sebenarnya kita jangan sampai lengah dan acuh terhadap Covid-19. Bila sampai tertular, akan membuat kita semakin terpuruk terhadap perekonomian lantaran kita tak dapat bekerja," ujarnya.
"Jadi mencegah lebih baik daripada mengobati. Ini sangat penting. Selain kita dapat terhindar dari penularan. Dengan perlahan kita juga beranjak bangkit dan memperbaiki ekonomi," imbuhnya.
Baca Juga : CSR Bank Jatim Berupa 10 Ribu Masker Tenun Ikat, Penyaluran Kartu Sahabat Libatkan Ratusan Tukang Becak
Diketahui, Covid-19 di Kota Kediri kini telah menembus di angka 247 pasien. Dengan rincian 18 pasien dalam masa perawatan, 3 pasien dipantau, 214 pasien dinyatakan sembuh dan 12 pasien dinyatakan meninggal.